7 Jenis Spatula Masak Dan Fungsinya, Jangan Sampai Salah Pakai

Anda tentu memiliki spatula masak lebih dari satu di rumah. Bentuk dan jenisnya pun berbeda – beda. Di beberapa daerah, spatula sering juga disebut sutil atau sodet. Umumnya digunakan untuk memasak, menggoreng, mencampur, meniriskan, mengambil, atau mengolah makanan.
Karena jenis dan fungsinya banyak, yuk pelajari lebih jauh mengenai spatula masak agar tidak salah pakai !
Pengertian Spatula
Kata ‘spatula’ berasal dari bahasa latin, yaitu spatha / spathula yang berarti pedang panjang. Pada mulanya, spatula digunakan pertama kali di abad ke 16 sebagai alat masak dan dalam bidang medis. Bentuknya lebar dan datar. Fungsinya untuk mengoleskan salep atau mencampurkan bahan – bahan obat.
Kemudian berkembang dan juga dikenal sebagai salah satu peralatan dalam melukis. Fungsinya untuk mencampurkan cat dan melukis.
Dalam bidang kuliner atau masak memasak, spatula adalah salah satu peralatan dapur yang memiliki banyak jenis dengan fungsi yang berbeda – beda. Beberapa jenis spatula yang umum digunakan berasal dari kayu, logam, atau silikon.
Jenis Spatula Masak Berdasarkan Materialnya
Wooden / Kayu
Sutil atau sodet dari bahan kayu paling banyak digunakan terutama di negara – negara Asia. Kayu mudah ditemukan dan berlimpah stocknya, juga mudah dibentuk. Oleh sebab itu, spatula berbahan kayu paling populer digunakan sebagai alat masak. Selain itu, kayu juga sangat aman karena alami, ramah lingkungan, dan umumnya tidak mengandung kimia berbahaya.
Meskipun demikian, saat membeli sutil / sodet kayu, pastikan jenis kayunya memang cocok digunakan untuk memasak. Karena, tidak semua jenis kayu bisa digunakan sebagai peralatan masak.
Contohnya, kayu pinus, cemara, atau kayu aras, kurang cocok jika dibuat sutil / sodet. Jenis kayu tersebut dikenal memiliki banyak getah yang bisa mengeluarkan aroma yang khas. Sehingga bila digunakan, aroma getah tersebut akan berinteraksi dengan makanan dan tentu saja ini berbahaya bagi kesehatan.

Pada umumnya, spatula masak atau sodet menggunakan bahan kayu mahoni, kelapa, atau kayu jati. Lebih aman dan tidak mengeluarkan aroma tertentu saat digunakan.
Baca Juga : Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Lunch Box
Silicone / Silikon
Selain kayu, salah satu jenis material alat masak yang populer adalah silikon. Warna – warnanya cantik, bahannya lentur, mudah dibersihkan, dan mudah digunakan.
Sayangnya, beberapa produk peralatan masak silikon ada yang menggunakan silikon non food grade. Ciri – cirinya adalah silikon tersebut berbau tajam, tidak tahan panas, mudah meleleh, dan mudah berubah warna saat digunakan. Sebaiknya lebih berhati – hati dan teliti saat membeli peralatan masak berbahan silikon. Pastikan kualitas dan materialnya sudah food grade.
Jika anda membeli spatula masak berbahan silikon, pilihlah yang berkualitas food grade agar aman digunakan. Silikon food grade tidak berbau, tidak berubah warna, dan tidak berminyak. Juga aman digunakan pada temperatur tinggi ( sekitar 250 derajat Celcius ). Jadi, jika digunakan untuk menggoreng atau deep fried tidak menyusut atau meleleh.
Logam ( Aluminium atau Stainless Steel )
Sutil / sodet berbahan logam seperti dari aluminium atau stainless steel juga banyak digunakan. Ada yang berbentuk turner spatula, soup ladle, slotted, dan sebagainya.
Peralatan masak berbahan stainless steel relatif aman dan pada umumnya sudah berkualitas food grade. Perbedaannya satu sama lain biasanya terletak pada tebal / tipis material yang digunakan, kualitas finishing, dan jenis stainless steel yang dipakai saat produksi.
Jika panci atau wajan masak anda menggunakan lapisan anti lengket, sebaiknya hindari spatula atau sutil berbahan logam karena bisa merusak dan menggores lapisan anti lengketnya.
Nylon
Alat masak berbahan nylon mirip tapi berbeda dengan plastik. Nylon merupakan turunan dari plastik yang terbuat dari polimer. Dikenal kuat, elastis, dan harganya murah.
Material nylon tidak tahan terhadap temperatur tinggi sehingga relatif mudah meleleh. Jika digunakan sekedar untuk menumis atau mencampur makanan tidak masalah, selama temperatur masaknya tidak tinggi. Jika anda sering memasak dengan temperatur tinggi atau api besar, sebaiknya gunakan spatula masak berbahan kayu atau logam.
Baca juga : Perlukah Mencuci Daging Sebelum Dimasak Atau Disimpan ?
Berdasarkan Nama dan Fungsinya
Bentuk spatula masak berbeda – beda. Ada yang kurus panjang, pendek, lebar, tebal, maupun tipis. Bagian ujungnya bisa tajam, tumpul, berlubang, padat, melingkar, dan sebagainya. Semua itu karena disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhannya.
Secara umum, fungsi spatula adalah untuk mengangkat, melipat, memutar, membalik, mengikis, mencampur, maupun memotong makanan.
Agar lebih mudah dimengerti, berikut adalah beberapa jenis spatula yang umum digunakan, seperti :
- Solid Turner : adalah jenis sutil yang paling umum ada di semua rumah tangga. Bentuknya ada yang panjang dan pendek, dengan bagian ujung padat dan tertutup. Fungsinya untuk menggoreng dan memasak. Yang bentuknya agak pendek biasanya digunakan untuk teppanyaki dan disebut scraper / teppanyaki spatula.
- Slotted Turner atau Flipper : bentuknya sama dengan solid turner, hanya terdapat lubang – lubang pada bagian ujungnya. Fungsinya untuk meniriskan minyak atau lemak saat makanan diangkat. Biasanya dipakai saat menggoreng atau membuat pancake.
- Soup Ladle : disebut juga sendok sup, sendok kuah, atau sendok lauk. Ada yang berbentuk solid ( padat ) dan slotted ( berlubang ). Fungsinya untuk mengangkat makanan yang berkuah / cair. Slotted soup ladle berfungsi untuk menyaring atau memisahkan kuah dari makanan. Banyak digunakan di resto yang menyajikan menu sup, shabu – shabu, atau steamboat.
- Draining Spoon : hampir sama dengan slotted soup ladle, tapi memiliki lubang yang lebih banyak. Fungsinya, untuk mengangkat, meniriskan, memisahkan minyak atau kuah dengan makanan. Juga digunakan untuk mengangkat tulang ayam, sayuran, atau bumbu saat membuat kaldu.

- Pasta Server : bentuknya memanjang dengan ujung depan menyerupai cakar. Berfungsi untuk mengambil pasta seperti spaghetti dari wadah ke piring. Biasanya ditempatkan di sebelah panci / wadah prasmanan saat acara atau pesta.
- Whisk : termasuk dalam kategori spatula. Berfungsi untuk mencampur atau mengocok bahan makanan. Bentuknya panjang dan terbuat dari jalinan kawat yang ditekuk. Biasanya dipakai untuk mengocok telur, krim, susu, atau makanan yang berbentuk cair / kental agar menyatu.
Baca juga : Serupa tapi tak sama, Junk Food vs Fast Food
Rekomendasi Spatula Masak
Asta Homeware memiliki beberapa jenis spatula yang bisa dijadikan pilihan. Terbuat dari material berkualitas, food grade, dan aman digunakan.
Temukan detail produknya di official store kami atau klik link berikut :
- Wooden Spatula Kayu Jati
- Food Grade Silicone Spatula
- Wooden Soup Ladle
- Wooden Spatula Set 5 pieces – Colors
- Stainless Steel Spatula
- Jumbo Wooden Spatula
- 27 cm Stainless Steel Spatula
Kesimpulan
Beberapa nama spatula bisa berbeda tapi sebenarnya memiliki fungsi yang hampir mirip. Seperti, solid ladle dan soup ladle atau slotted spoon dan slotted turner. Perbedaan fungsinya tidak terlalu signifikan, hanya berbeda pada bentuk dan ukuran saja.
Ada juga spatula yang digunakan untuk membuat kue, baking, maupun icing / frosting, seperti flexible spatula, spreader, angled, straight, dan lain – lain.
Spatula sama pentingnya dengan panci / wajan masak karena bersentuhan langsung dengan makanan yang diolah. Salah menggunakannya bisa menghasilkan tekstur atau rasa masakan yang berbeda. Penyebabnya bisa jadi karena spatula yang digunakan kualitasnya kurang bagus sehingga ikut larut dalam makanan, tidak berfungsi dengan baik, atau tidak bisa menyaring, mengolah, atau memasak dengan sempurna.
Oleh sebab itu, pilihlah spatula masak dengan kualitas material yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anda. Ini agar masakan yang dihasilkan bisa maksimal dan tentu saja aman bagi kesehatan.
“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda memilih peralatan masak / dapur yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”
Asta Homeware,
Better Life Better Home



Leave a Reply