0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Serupa Tapi Tak Sama, Junk Food vs Fast Food

21 Sep

Kita semua tentu pernah makan fast food. Apakah juga pernah makan junk food ? Apa perbedaannya ?

Ternyata, fast food tidak selalu junk food. Demikian pun sebaliknya. Banyak orang kerap mengartikannya sama, padahal berbeda.

Apa itu Fast Food ?

Dikutip dari laman wikipedia dan beberapa sumber lainnya, fast food adalah makanan cepat saji yang biasanya diproduksi dan dijual secara massal oleh outlet atau resto. Point utamanya adalah penyajian yang cepat dan bisa dinikmati dengan cepat oleh konsumen. Oleh karena itu, fast food disebut makanan cepat saji.

Contoh makanan cepat saji banyak di sekitar kita. Resto cepat saji dengan waralaba internasional semacam Mc Donald’s, KFC, Pizza Hut, Wendy’s, Burger King, dan lain – lain sangat mudah ditemukan. Waralaba lokal dengan konsep fast food pun ada beberapa yang memiliki jaringan franchise yang luas, seperti Hoka Hoka Bento, J.Co, Sour Sally, CFC, dan Bakmie GM.

Sumber: Berita online SWA, January 28 2016 oleh Sri Niken Handayani

Minat masyarakat Indonesia sangat tinggi terhadap resto cepat saji. Dari riset yang dilakukan periode 2017 – 2018, ada sekitar 55 juta penduduk Indonesia yang gemar jajan di restoran. Dan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata – rata diatas 5% per tahun, angka ini diproyeksi akan terus meningkat di tahun – tahun yang akan datang.

Tidak heran jika outlet / resto cepat saji menjamur di Indonesia. KFC saja di tahun 2020 memiliki sekitar 714 outlets dan Mc Donald’s sekitar 227 outlets. Belum merek waralaba lainnya. Ini menunjukkan betapa makanan cepat saji sangat digemari di Indonesia.

Apakah Buruk bagi Kesehatan ?

Tidak bisa dipungkiri, makanan cepat saji rasanya enak, cepat, praktis, dan ramah di kantong. Rasa makanannya di mana – mana sama, jadi tidak perlu khawatir beda outlet beda rasa. Tempatnya nyaman, aman, bersih, dan pelayanan ramah dengan standar yang sama di semua outletnya. Cocok buat hang out, santai, bekerja, maupun belajar. Dibuat acara ulang tahun, arisan, reunian juga bisa. Ibaratnya, komplit pakai telur. Semua tersystem dan tertata untuk kepuasan pelanggan.

Sebenarnya, banyak orang sudah tahu dan mengerti bahwa makanan cepat saji pada umumnya dianggap ‘kurang sehat’. Tetapi karena rasa makanannya yang enak, suasana, dan atmosfirnya yang menyenangkan, hal ini cenderung diabaikan. Itulah sebabnya, nilai gizi makanan cepat saji biasanya tidak terlalu diutamakan saat mengkonsumsinya.

Tinggi kalori, garam, lemak trans, dan gula adalah hal yang banyak ditemukan pada fast food. Dari studi yang dilakukan pada tahun 2016, ditemukan bahwa sering mengkonsumsi fast food akan menyebabkan obesitas dan diikuti dengan gangguan kesehatan lainnya. Problem kesehatan ini jika berlanjut maka akan menjurus pada penyakit diabetes dan gangguan kardiovaskular yang serius.

Lalu bagaimana yang aman bagi kesehatan ? Jika anda penggemar makanan cepat saji, usahakan mengkonsumsinya maksimal sekali dalam seminggu. Selain itu, minimalkan dampak negatifnya misalnya dengan memilih porsi kecil atau berbagi dengan teman. Pilihlah menu yang lebih sehat, batasi varian toppingnya, tidak minum soda, dan makan dengan perlahan. Selain itu, tentu harus tetap aktif dan berolah raga.

Family jogging outdoors with the kids in a beautiful summer landscape in the late afternoon sun. Image by Skinny Revolution

Mengetahui jumlah kalori dan nutrisi makanan cepat saji favorit juga salah satu solusi. Sebagian besar makanan cepat saji sudah mencantumkan kalori maupun nutrisi pada kemasan maupun website resminya. Jadi anda bisa lebih memahami apa yang dimakan dan bagaimana mengantisipasinya. Dengan demikian, makanan cepat saji favorit tetap bisa dinikmati dan kesehatan pun terjaga.

Junk Food

Pengertian junk food adalah makanan atau minuman yang memiliki nutrisi rendah, makanan tidak sehat. Sebagian besar fast food dianggap sebagai junk food. Oleh sebab itu, beberapa merek makanan cepat saji berusaha memodifikasi menu dan mengubah citra makanannya menjadi lebih sehat. Menambahkan campuran sayuran, bawang, jamur, buah, susu rendah lemak, ke dalam menu atau toppingnya.

Apakah junk food hanya ada di resto cepat saji ? Tentu tidak. Makanan / minuman yang bernutrisi rendah bisa berasal dari rumah kita sendiri. Menggoreng berulang kali dengan minyak jelantah yang kotor, memasak dengan temperatur tinggi, memanaskan makanan yang sama berulang kali, makanan yang terlalu asin / terlalu manis, kebersihan yang buruk, menggunakan bahan makanan yang rusak atau kadaluarsa, ini juga akan menghilangkan nutrisi makanan secara signifikan, dan tergolong junk food.

Jadi, junk food selalu bernutrisi rendah dan berdampak buruk bagi kesehatan. Salad, vegetarian pizza, less sugar yogurt, dan sushi, tergolong makanan cepat saji tetapi bukan junk food. Karena meskipun penyajiannya cepat dan praktis, nutrisinya tinggi. Itulah sebabnya, pengertian junk food dan fast food berbeda. Serupa tapi tak sama.

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda membeli / menggunakan peralatan masak yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

MSG Tidak Baik Bagi Tubuh. Betulkah Demikian ?

Author: Asta & You

Apa Yang Dibutuhkan Waktu Piknik Saat Pandemi ?

Bumbu Instan Vs Bumbu Alami, Pilih Yang Mana ?

Leave your thought