0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Peralatan Masak Stainless Steel, apakah aman ?

blank
09 Sep

Di jaman yang serba modern dan instant ini, kita perlu cermat dalam memilih peralatan masak yang digunakan sehari – hari. Ada begitu banyak bentuk peralatan makan, jenis material ( cast iron, stainless steel / besi anti karat, keramik, dll ), warna, dan dengan fungsi yang berbeda – beda. Salah satu yang paling populer dan sering digunakan adalah peralatan masak dari stainless steel. Yang menjadi pertanyaan, apakah peralatan masak stainless steel tersebut aman untuk makanan ?

Selain tampilannya yang terkesan mewah dan berkilau, peralatan masak stainless steel sering dipakai karena sifatnya yang anti karat.

Banyak peralatan dapur yang menggunakan stainless steel seperti panci, stock pots, gilingan mie, wajan, spatula, dan lain – lain. Jenis stainless steel pun juga berbeda – beda. Oleh karena itu, agar lebih jelas dan lebih mengenalnya, simaklah info berikut ini.

Apa itu stainless steel ?

Adalah perpaduan dari besi, nikel, dan chromium yang menghasilkan baja anti karat ( stainless steel ). Karena memiliki senyawa besi, maka stainless steel harus memiliki paling tidak 10.5% kadar chromium untuk mencegah proses korosi / karat.

Jenis Stainless Steel

blank

Serie 200

Stainless steel serie 200 mengandung chromium, besi, nickel, dan tambahan unsur manganese sebesar 7%. Manganese memberikan efek ekonomis yang lebih murah tetapi akibatnya lebih rentan terhadap karat. Selain itu, magnet akan mudah menempel pada serie ini.

Serie 200 tergolong food grade, jadi aman untuk makanan. Stainless steel serie 200 sering digunakan untuk kabel listrik, peralatan makan, klem, dan produk elektrik lainnya.

Serie 300

Berbeda dengan serie 200, Serie 300 memiliki kandungan 18% chromium dan 8% nickel, dan sering disebut juga sebagai 18/8.

Serie yang umum digunakan adalah 304 dan 316. Serie 300 sangat ideal untuk peralatan masak karena sifatnya yang tahan terhadap korosi / karat dan relatif mudah dibentuk daripada serie 200. Tergolong dalam kualitas food grade sehingga aman untuk makanan dan magnet tidak bisa menempel.

Selain untuk peralatan masak, serie 300 juga banyak digunakan di industri perkapalan, perikanan, arsitektur, periklanan, medis, dan lain – lain.

Serie 400

Penggunaannya agak terbatas, mengandung 17% chrome, 0% nickel, dan sedikit unsur carbon.

Strukturnya lebih keras namun agak rentan terhadap karat. Serie jenis ini banyak digunakan di produk – produk saluran pembuangan dan beberapa alat medis untuk keperluan operasi. Hanya sebagian kecil digunakan dalam peralatan masak. Magnet bisa menempel pada serie ini.

Cara Pemakaian & Perawatan Peralatan Masak Stainless Steel

blank

Sebelum digunakan pertama kalinya, cucilah peralatan masak stainless steel dengan air hangat dan sabun cuci piring. Lalu lap dan keringkan. Jika menggunakan panci / wajan stainless steel, agar makanan tidak lengket, berikan sedikit minyak atau mentega diatasnya sebelum dipanaskan. Anda juga bisa mengggunakan teknik seasoning pada wajan stainless steel agar tidak mudah lengket.

Hindari penggunaan steel wool ( busa / wool pencuci piring dari logam ) untuk menghindari goresan. Jika harus menggunakan spatula dari logam, gunakan perlahan agar tidak menggores permukaan stainless steel. Goresan pada permukaan stainless steel akan sukar untuk dihilangkan.

Jangan panaskan stainless steel dalam kondisi kosong karena akan menimbulkan asap dan bekas warna yang timbul akan sulit untuk dihilangkan.

Setelah digunakan, cuci dengan sabun hingga bersih, keringkan dengan lap agar tidak menimbulkan noda air. Selama perawatannya benar, peralatan masak stainless steel akan tetap awet dan tahan lama.

blank

Jadi, apakah stainless steel aman untuk makanan ?

Stainless steel dipakai untuk makanan

Ya, tentu saja. Stainless steel aman untuk makanan selama digunakan dan dirawat dengan baik dan benar. Goresan – goresan kecil / halus pada permukaan stainless steel adalah wajar karena pemakaian. Akan tetapi pertimbangkanlah untuk mengganti peralatan masak stainless steel anda, jika terjadi goresan / luka yang dalam di permukaannya. Ini agar untuk menghindari ‘kebocoran’ logam ( besi, nickel, chromium ) larut ke dalam makanan.

Kesehatan keluarga tidak ternilai harganya, pastikan anda memilih merek / produk yang sudah terjamin kualitasnya.

“Better life better home’

Sumber referensi tambahan : 
Is Stainless Steel Cookware Safe? An In-Depth Look
https://www.bosunsupplies.com/stainless-steel-info.html

blank

Work From Home, Tips dan Saran

Author: Asta & You
blank

8 Tips Memasak di Rumah Menjadi Menyenangkan

Author: Asta & You
blank

Memilih Botol Minum untuk Anak

Author: Asta & You

Leave your thought