Home » Boba Tea, Sehat atau Tidak ? Ini Faktanya

Boba Tea, Sehat atau Tidak ? Ini Faktanya

Sejak beberapa tahun lalu, minuman boba atau boba tea sangat populer. Penggemarnya dari seluruh dunia, terutama anak remaja. Banyak outlet, kebanyakan franchise dari luar negeri, memasarkan boba tea di mall atau pusat keramaian. Di awal keberadaannya, banyak orang yang rela antri panjang hanya untuk mendapatkan minuman satu ini. Rasanya yang khas membuat boba tea terkenal hingga ke banyak negara.

Boba tea disebut juga bubble milk tea, pearl milk tea, tapioca milk tea, zhenzhu naizha, atau boba naizha.

Cafe, resto, food station, atau outlet khusus banyak menyediakan boba dalam menu minumannya. Dari outlet di mall hingga kaki lima di pinggir jalan. Tentu saja dengan rasa dan harga yang berbeda – beda.

Saking banyaknya peminat, bubble tea berkembang menjadi bisnis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tahun 2019 saja, pasar bubble tea di seluruh dunia diperkirakan mencapai USD 2.4 milyar, dan terus meningkat. Padahal, bubble tea hanya berawal dari jajanan kaki lima di Taiwan sekitar tahun 80an.

Apa Itu Boba ?

Boba terbuat dari tepung tapioka atau tepung singkong. Dibentuk bola – bola kecil kemudian direbus dengan gula merah sehingga berwarna hitam pekat. Teksturnya kenyal. Boba disebut juga bubble, pearls, atau mutiara.

Bola – bola kecil boba umumnya dijadikan campuran / topping dalam minuman atau makanan. Teh, kopi, susu, puding, air gula, syrup, jelly, jus buah, madu, yogurt, dan lain – lain sering dicampur bersamaan dengan boba. Dessert atau makanan penutup lainnya seperti es teler, es campur, juga sering menggunakan boba.

Saking terkenalnya, banyak orang membagikan resep / cara membuat boba di rumah. Pabrik hingga industri rumahan juga banyak yang memasarkannya dalam bentuk kemasan bulky.

Baca Juga : Begini Memilih Sendok Makan Yang Baik

Apakah Boba Tea Sehat atau Tidak ?

Dikutip dari Webmd, setiap 8 ons boba tea mengandung :

120 kalori
28 gram karbohidrat
28 gram gula
1.5 gram lemak
0 protein
0 serat

Sebagai informasi, ukuran standar 1 cup boba tea sekitar 16 ons ( 473 ml ). Jadi, jika boba tea tersebut ditambahkan dengan puding, jelly, syrup, gula, susu, dan lain – lain, tentu kandungannya menjadi berbeda pula.

Kandungan boba tea tinggi kalori dan gula. Oleh sebab itu, jika sering dikonsumsi akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Beberapa diantaranya seperti :

Boba Tea Galon

  • Dapat Mengganggu Sistem Pencernaan

Bahan dasar utama boba adalah tepung tapioka yang mengandung zat bernama pati resisten. Jika bereaksi pada makanan lain, maka bisa membuat makanan yang ada di dalam perut menjadi sulit dicerna. Apalagi jika seseorang memiliki pola makan yang buruk seperti jarang makan sayur dan jarang minum air putih, maka cenderung akan mengalami gangguan pencernaan atau sembelit.

  • Bisa Menyebabkan Kenaikan Berat Badan Dan Obesitas

Pada umumnya, manusia membutuhkan sekitar 2,000 – 2,500 kalori setiap harinya. Jumlah kalori dalam satu gelas bubble tea sekitar 400 – 700 kalori, tergantung campurannya. Jika minim aktivitas dan jarang berolah raga, plus minum bubble tea, maka kalori yang menumpuk akan tersimpan sebagai lemak. Tentu saja ini bisa menaikkan berat badan dan bila terus berlanjut akan mengarah ke obesitas.

  • Bisa Menyebabkan Diabetes dan Masalah Jantung

Asupan gula harian yang disarankan adalah sekitar 6 – 9 sendok teh atau 24 – 36 gram per hari. Sedangkan dalam 1 gelas standar boba tea terdapat kandungan sekitar 8 – 15 sendok teh gula. Padahal, gula bisa juga diperoleh dari sumber makanan lain yang kita makan. Seperti yang diketahui, konsumsi gula berlebih rawan menimbulkan penyakit serius seperti diabetes, jantung, ginjal, dan sebagainya.

Kesimpulan

Menikmati bubble tea favorit selama tidak berlebihan, tentu tidak masalah. Seperti yang disampaikan oleh nutrionist dari Universitas California, Kevin Laugero PhD, salah satu terapi stress adalah dengan mengkonsumsi makanan / minuman manis. Tentu saja, selama tidak berlebihan dan tidak sering.

Jika ingin tetap menikmati bubble tea, kurangi atau jangan ditambah dengan syrup, gula, atau madu. Gunakan low fat milk dan jangan dicampur dengan topping ( puding, jelly, jus buah ). Pastikan juga anda tidak mengkonsumsinya setiap minggu. Tentu saja, tetap aktif dan berolah raga.

Cara lainnya, bagilah sebagian porsi bubble tea anda dengan pasangan / teman anda. Mudah, bukan ?

Baca Juga : Mengenal Ponzu, Kecap Jepang Legend

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda menggunakan peralatan masak yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

Asta Homeware, Better Life Better Home

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop


    Your Name *


    Your Email *


    Subject


    Your Message