Home » Amankah Menggoreng Menggunakan Minyak Jelantah ?

Amankah Menggoreng Menggunakan Minyak Jelantah ?

Deep Frying

Bagi penggemar makanan yang digoreng atau gorengan, hampir tiada hari tanpa menu gorengan. Bebek goreng, ayam kremes, french fries, tahu crispy, martabak, pisang goreng, dan segudang jenis gorengan lainnya selalu jadi menu wajib di rumah. Aromanya, crispynya, rasanya di lidah, pokoknya…mantappp !

Gorengan memang selalu menggugah selera. Namun, resiko kesehatan yang menyertainya sebisa mungkin juga diminimalkan. Resiko batuk, radang tenggorokan, sariawan, panas dalam, atau tingginya kolesterol bisa terjadi. Faktor penyebabnya banyak. Mungkin dari kondisi tubuh yang kurang fit, jarang berolah raga, kurang minum air, bahan dan bumbu makanan yang digunakan, hingga minyak goreng yang digunakan.

Saat membeli gorengan atau makan di resto, kadang kita bisa melihat cara mengolah dan menggoreng makanannya. Ada yang minyak gorengnya masih bersih, tetapi ada juga yang sudah berwarna coklat kehitaman. Kata orang, semakin hitam minyak yang digunakan, semakin mantap rasanya ?

Minyak goreng yang coklat kehitaman ini sebenarnya adalah endapan sisa menggoreng. Bisa berupa serpihan makanan, cuilan tepung, kotoran, minyak bekas pakai yang digunakan berulang kali, dan sebagainya. Ini tentu tidak sehat.

Minyak goreng bekas pakai disebut juga minyak jelantah. Banyak orang menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng. Sebenarnya, apakah aman menggunakan minyak jelantah ? Apa pengaruhnya bagi kesehatan ? Dan sebaiknya bagaimana ?

Memilih Minyak Goreng

Karena digunakan sehari – hari, minyak goreng sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus diperhatikan sebelum membeli. Kenali minyak goreng pilihan anda, baca kelebihan dan kekurangannya, nutrisinya, termasuk cocok digunakan untuk apa, dan cara menyimpannya. Anda bisa membacanya di artikel : cara ‘Memilih Minyak Goreng yang Baik dan Sehat’.

Minyak goreng jenisnya banyak. Bahan dan peruntukannya pun tidak sama. Demikian juga kandungan nutrisi dan titik asapnya berbeda – beda. Harganya pun beragam. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Baca juga : Jenis Sambal dan Tips Seputar Sambal

Apa Itu Minyak Jelantah ?

Minyak bekas sisa menggoreng disebut juga minyak jelantah. Apapun jenisnya, selama pernah digunakan walau cuma sekali, sudah tergolong minyak jelantah.

Minyak bekas pakai juga memiliki beberapa manfaat lain, misalnya untuk campuran pupuk, pembersih, campuran pakan, bahan bakar lampu minyak, atau pelumas. Tentu butuh proses penjernihan atau pengolahan dulu sebelum bisa diaplikasikan langsung.

Minyak jelantah juga diperjualbelikan dan diekspor hingga ke mancanegara sebagai salah satu bahan baku biodiesel. Akan tetapi, anda perlu mewaspadai bila minyak jelantah tersebut diperjualbelikan untuk didaur ulang sebagai minyak goreng / minyak curah. Hal ini jelas berbahaya karena minyak tersebut bisa berasal dari berbagai karakteristik minyak, berbagai kebutuhan, dan dari berbagai sumber yang tidak jelas. Bisa dari bekas pemakaian di restaurant, rumah tangga, atau industri. Sehingga jika digunakan kembali untuk memasak, jelas akan beresiko bagi kesehatan.

Nutrisi Minyak Jelantah

Minyak goreng yang sudah pernah digunakan, meskipun sekali, kandungan nutrisinya akan turun drastis. Viscositas nya pun ikut meningkat. Hal ini karena terjadi perubahan molekul saat dipanaskan sehingga minyak menjadi lebih kental. Tingkat titik asap minyak goreng juga akan berkurang setiap kali digunakan.

Banyak orang mencampur minyak bekas pakai dengan minyak baru dengan alasan penghematan dan agar menjadi lebih encer. Padahal, banyak studi yang menunjukkan adanya resiko kesehatan jika menggunakan minyak yang berulang – ulang. Mencampurnya dengan yang baru, bukan solusi. Karena bagaimana pun juga, minyak bekas sudah terdegradasi kualitasnya dan bisa jadi sudah rusak.

Saat digunakan menggoreng, minyak goreng mengalami hidrolisis, oksidasi, dan polimerisasi. Semakin lama waktu menggoreng dan semakin tinggi temperatur panasnya, minyak goreng akan semakin mudah rusak. Makanan pun akan mudah menyerap senyawa kimia berbahaya dan tinggi lemak jenuh. Apalagi, bila minyak tersebut kemudian digunakan berulang -ulang kali. Bisa dibayangkan, bukan ?

Semakin sering digunakan berulang kali, radikal bebas dan senyawa kimia berbahaya dalam minyak bekas pakai akan meningkat secara signifikan. Resiko terkena penyakit jantung, kanker, autoimun, penggumpalan darah, alzheimer, dan lain – lain pun ikut meningkat.

Baca juga : Ternyata Ini Fungsi Label Pada Kemasan Makanan

Saringan Minyak / Oil Pot Asta

Jadi, Apakah Minyak Jelantah Boleh Digunakan ? Berulang Kali ?

Memang rasanya sayang banget kalau baru digunakan sekali kemudian minyak gorengnya dibuang. Beberapa sumber dan artikel lain menyatakan boleh menggunakan minyak jelantah hingga 3 – 4 kali. Tapi, dengan catatan minyak tersebut masih dalam keadaan baik dan tergantung juga jenis minyaknya.

Jika menggunakan minyak zaitun ( olive oil ) saat menggoreng, sisa minyak sebaiknya tidak disimpan dan digunakan kembali. Mengapa ? Karena olive oil titik asap ( smoke point ) nya rendah, sehingga rawan rusak. Jadi, jika akan disimpan dan digunakan lagi, sebaiknya gunakan minyak goreng yang titik asapnya tinggi. Contohnya, avocado oil, palm oil, sunflower oil, dan lain – lain.

Jadi, sebaiknya bagaimana ?

Tips dan Saran

  • Jangan gunakan minyak bekas jika sudah berbau busuk / tengik, berwarna coklat kehitaman, mengental, atau berbusa. Itu tandanya minyak sudah rusak dan harus dibuang.
  • Saringlah minyak menggunakan saringan minyak / oil pot yang filternya rapat agar kotoran / sisa gorengan bisa tersaring dengan baik. Biarkan minyak sudah pada temperatur normal baru disaring.
  • Perhatikan juga minyak jelantah yang digunakan sebelumnya untuk menggoreng makanan apa. Karena tentu sedikit banyak akan mempengaruhi rasa maupun aroma makanan yang baru akan digoreng.
  • Jangan membeli minyak bekas pakai untuk keperluan menggoreng.
  • Jika sebelumnya dipakai menggoreng makanan berlemak dengan temperature tinggi atau dalam jangka waktu relatif lama, sebaiknya minyak tidak digunakan kembali.
  • Perhatikan jenis minyak goreng yang digunakan dan titik asapnya
  • Jangan mencampur minyak baru dan minyak bekas, atau minyak bekas yang satu dengan yang lain.

Jadi, jika memang bisa, sebaiknya tidak menggunakan minyak bekas / jelantah kembali untuk memasak atau menggoreng. Akan tetapi, jika memang ingin berhemat atau menggunakan minyak jelantah, ada baiknya bisa mencoba tips dan saran diatas.

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda memilih produk / peralatan dapur yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

Asta Homeware, Better Life Better Home

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop


    Your Name *


    Your Email *


    Subject


    Your Message