0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Amankah Menggoreng Menggunakan Minyak Jelantah ?

23 Jul

Bagi penggemar makanan yang digoreng atau gorengan, tentu hampir tiada hari tanpa gorengan. Bebek goreng, french fries, tahu crispy, krupuk, pisang goreng, dan segudang jenis gorengan lainnya selalu jadi menu wajib di rumah. Aromanya, crispynya, rasanya di lidah, pokoknya…no one can resist ! 😁

Saat membeli atau makan di resto, mungkin sebagian besar dari kita pernah tahu atau melihat cara menggorengnya. Ada yang minyak gorengnya masih bersih, tetapi ada juga yang sudah berwarna coklat kehitaman. Sehingga usai menyantapnya, kadang tenggorokan terasa gatal atau sakit, dan kemudian batuk. Radang tenggorokan.

Kadang ada pedagang makanan yang menyaring minyak sisa hasil gorengan semalam untuk dipakai lagi. Sebagian orang di rumah juga sering melakukan hal ini. Sisa endapan yang berwarna coklat kehitaman, cuilan tepung, atau sisa gorengan diangkat menggunakan tirisan minyak. Dan minyak bekas ( minyak jelantah ) yang terlihat ‘lebih bersih’ tersebut siap digunakan kembali.

Lalu, amankah menggoreng menggunakan minyak jelantah ? Berbahayakah bagi kesehatan ? Dan sebaiknya bagaimana ?

Memilih Minyak Goreng

Karena umum digunakan sehari – hari, pastikan selalu memilih minyak goreng yang baik dan sehat. Sebelum membeli, kenali minyak goreng pilihan anda, kelebihan dan kekurangannya, nutrisinya, termasuk cara memakai dan menyimpannya. Anda bisa membacanya di cara ‘Memilih Minyak Goreng yang Baik dan Sehat’.

Ada berbagai jenis minyak goreng. Bahan pembuatnya berbeda – beda dan peruntukannya pun tidak sama. Demikian juga kandungan nutrisi dan titik asapnya berbeda – beda. Harganya pun beragam. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Apa Itu Minyak Jelantah ?

Minyak bekas sisa menggoreng disebut juga minyak jelantah. Apapun jenisnya, selama pernah digunakan walaupun cuma sekali, sudah tergolong minyak jelantah. Minyak bekas selain dipakai untuk menggoreng juga memiliki manfaat lain. Misalnya untuk campuran pupuk, pembersih, campuran pakan, bahan bakar lampu minyak, atau pelumas. Tentu butuh proses penjernihan atau pengolahan dulu sebelum bisa diaplikasikan langsung.

Minyak jelantah juga diperjualbelikan dan diekspor hingga ke mancanegara sebagai salah satu bahan baku biodiesel. Akan tetapi, anda perlu mewaspadai bila minyak jelantah tersebut diperjualbelikan untuk didaur ulang sebagai minyak goreng / minyak curah. Hal ini jelas berbahaya karena minyak tersebut bisa berasal dari berbagai jenis, berbagai kebutuhan, dan dari berbagai sumber yang tidak jelas. Bisa dari bekas restaurant, rumah tangga, hingga industri. Sehingga jika digunakan kembali untuk memasak, jelas akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Nutrisi Minyak Jelantah

Minyak yang sudah pernah dipakai, meskipun sekali, maka nutrisinya akan turun drastis. Viscositas nya pun ikut meningkat, karena terjadi perubahan molekul saat dipanaskan. Menjadi lebih kental. Titik asapnya juga berkurang setiap kali digunakan.

Banyak orang mencampur minyak bekas pakai dengan minyak baru karena alasan penghematan dan agar menjadi lebih encer. Padahal, banyak studi yang menunjukkan adanya potensi bahaya jika menggunakan minyak yang berulang – ulang. Mencampurnya dengan yang baru, bukan solusi. Karena bagaimana pun juga, minyak bekas sudah terdegradasi kualitasnya dan bisa jadi sudah rusak.

Saat digunakan menggoreng, minyak goreng mengalami hidrolisis, oksidasi, dan polimerisasi. Dan semakin lama waktu menggoreng, semakin tinggi temperatur panasnya, minyak goreng akan semakin mudah rusak. Makanannya pun akan mudah menyerap senyawa kimia berbahaya dan tinggi lemak jenuh. Apalagi, bila minyak tersebut kemudian digunakan berulang -ulang kali. Bisa dibayangkan, bukan ?

Semakin digunakan berulang kali, radikal bebas dan senyawa kimia berbahaya dalam minyak bekas akan meningkat secara signifikan. Resiko terkena penyakit jantung, kanker, autoimun, penggumpalan darah, alzheimer, dan lain – lain pun ikut meningkat.

blank
Saringan Minyak / Oil Pot Asta

Jadi, Apakah Minyak Jelantah Boleh Digunakan ? Berulang Kali ?

Memang rasanya sayang banget kalau baru digunakan sekali kemudian minyak gorengnya dibuang. Beberapa sumber dan artikel lain menyatakan boleh menggunakan minyak jelantah hingga 3 – 4 kali. Tapi, dengan catatan minyak tersebut masih dalam keadaan baik dan tergantung juga jenis minyaknya.

Jika menggunakan minyak zaitun ( olive oil ) saat menggoreng, sisa minyaknya sebaiknya tidak disimpan dan digunakan kembali. Mengapa ? Karena olive oil titik asap ( smoke point ) nya rendah, sehingga rawan rusak. Jadi, jika akan disimpan dan digunakan lagi, sebaiknya gunakan minyak goreng yang titik asapnya tinggi. Contohnya, avocado oil, palm oil, sunflower oil, dan lain – lain.

Jadi, sebaiknya bagaimana ?

Tips dan Saran

  • Jangan gunakan minyak bekas jika sudah berbau busuk / tengik, berwarna coklat kehitaman, mengental, atau berbusa. Itu tandanya minyak sudah rusak dan harus dibuang.
  • Saringlah minyak menggunakan saringan minyak / oil pot yang filternya rapat agar kotoran / sisa gorengan bisa tersaring dengan baik. Biarkan minyak sudah pada temperatur normal baru disaring.
  • Perhatikan juga minyak jelantah yang digunakan sebelumnya untuk menggoreng makanan apa. Karena tentu sedikit banyak akan mempengaruhi rasa maupun aroma makanan yang baru akan digoreng.
  • Jika sebelumnya dipakai menggoreng makanan berlemak dengan temperature tinggi atau dalam jangka waktu relatif lama, sebaiknya minyak tidak digunakan kembali.
  • Perhatikan jenis minyak yang digunakan dan titik asapnya
  • Jangan mencampur minyak baru dan minyak bekas, atau minyak bekas yang satu dengan yang lain.

Jadi, jika memang bisa, sebaiknya tidak menggunakan minyak bekas / jelantah kembali untuk memasak atau menggoreng. Akan tetapi, jika memang ingin berhemat atau menggunakan minyak jelantah, ada baiknya bisa mencoba tips dan saran diatas.

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda memilih produk / peralatan dapur yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

blank

Bumbu Instan Vs Bumbu Alami, Pilih Yang Mana ?

blank

Sering Minum Boba Tea, Sehat atau Tidak ? Ini Faktanya

blank

Panci Tebal vs Tipis, Seberapa Penting Sebenarnya ?

Author: Asta & You

Leave your thought