0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Jenis dan Manfaat Minyak Zaitun ( Olive Oil )

blank
05 Mar

Ribuan tahun yang lalu minyak zaitun atau olive oil ( sebagian orang juga menyebutnya dengan nama ‘sweet oil’ ) telah umum digunakan terutama di wilayah Mediteranea. Selain sebagai alat tukar dan memasak, minyak zaitun juga dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja jenis dan manfaat minyak zaitun ( olive oil ) ?

Sejarah Minyak Zaitun

Sekitar 6,000 tahun lalu minyak zaitun telah ditanam dan digunakan oleh orang Turki, Spanyol, Yunani, Persia, Mesopotamia, dan kemudian menyebar hingga ke Suriah, Palestina, dan Afrika Utara. Tidak jelas siapa dan dari mana tepatnya pohon zaitun pertama kali berasal dan ditemukan.

Saat itu, selain dipakai dalam mengolah makanan, minyak zaitun juga digunakan dalam ritual keagamaan, perawatan tubuh, obat – obatan, dan minyak untuk penerangan.

Olive oil juga dianggap sebagai lambang kemakmuran bagi yang memakainya. Oleh sebab itu, olive oil adalah salah satu komoditas yang berharga pada jaman itu.

Pada waktu itu, minyak zaitun diperoleh dengan menghancurkan buah zaitun yang telah matang dengan batu dan kemudian diperas. Selanjutnya berkembang dengan menggunakan roda penggilas atau pemutar. Saat ini seiring dengan kemajuan teknologi, minyak zaitun diproses dengan menggunakan mesin modern.

Pohon dan Buah Zaitun

Olea Europaea adalah nama latin dari pohon zaitun. Sebagaimana dikutip dari wikipedia, pohon zaitun berasal dari genus Olea. Bentuknya relatif kecil dan bertekstur keras.

Oleh karena pertumbuhannya yang lambat dan nilai manfaatnya yang besar, pohon dan buah zaitun harganya menjadi relatif mahal. Kayu pohon zaitun yang bentuknya unik. kering, dan berbonggol juga banyak digunakan untuk furniture berkelas, ornamen hiasan, alat dapur, dan lain – lain.

Pemangkasan Pohon Zaitun

Pohon zaitun bisa tumbuh subur di tanah kering karena ditunjang oleh akar yang kuat. Sebaliknya, di tanah yang subur, pohon zaitun malah kurang bisa berkembang dengan baik. Pohon zaitun juga bisa bertahan dan tetap berbuah hingga ratusan tahun selama dikelola dengan benar.

Buah zaitun biasanya dipanen 2 kali dalam setahun. Cara panen tradisional adalah dengan mengguncang dahan atau pohonnya agar buah jatuh. Cara lain adalah dengan menaiki tangga dan memetiknya langsung. Buah yang jatuh sendiri dari rantingnya biasanya justru tidak menghasilkan minyak yang baik.

blank
Olives fruit picking

Meskipun pohon zaitun rata – rata tingginya tidak lebih dari 12 meter, pohon zaitun harus sering dipangkas agar memudahkan sewaktu panen.

Kematangan Buah

Buah zaitun memiliki 3 tahap kematangan buah dan masing – masing memiliki karakteristik yang berbeda sewaktu dipanen.

Hijau

Saat berwarna hijau, buah zaitun belum matang namun memiliki tingkat anti oksidan yang paling tinggi dan kaya klorofil. Masa kadaluarsanya pun lebih lama. Jika dipanen, akan menghasilkan warna minyak yang lebih hijau dan berasa pahit. Minyak yang dihasilkan juga relatif lebih sedikit.

Veraison ( hijau keunguan )

Di saat ini, buah zaitun masih memiliki kandungan anti oksidan yang tinggi dengan tekstur yang sudah matang. Saat inilah buah zaitun akan menghasilkan minyak yang cukup dan siap panen. Rasanya akan pahit dan sedikit tajam.

Olive fruits

Hitam

Minyak zaitun yang dihasilkan pada fase ini akan melimpah namun kandungan anti oksidan dan klorofilnya agak berkurang. Di sisi lain unsur karotenoid meningkat dan masa kadaluarsa menjadi lebih singkat. Minyak yang dihasilkan akan berwarna keemasan, rasa pahit dan tajam akan terasa berkurang. Di fase ini, minyak zaitun juga disebut dengan ‘sweet oils’.

Kandungan Nutrisi

Per 100 gram buah zaitun mengandung 146 kalori yang diperkaya dengan 25% asupan harian vitamin E dan 104% kebutuhan sodium harian.

Buah zaitun memiliki tingkat anti oksidan yang berbeda – beda tergantung kematangan buahnya. Yang tertinggi adalah saat masih berwarna hijau. Anti oksidan yang terkandung di dalamnya juga beberapa macam seperti tyrosolsphenolic acidsflavonols, flavones, anthocyanins yang memiliki karakteristik masing – masing. Sehingga dalam buah zaitun terdapat begitu banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan.

Kualitas rasa, aroma, dan warna olive oil atau minyak zaitun dipengaruhi oleh banyak faktor seperti : varietas pohon zaitun yang digunakan, tingkat kematangan buah, lokasi dan kondisi tanah, saat panen, teknik pressing, metode penyimpanan dan cara pengemasannya.

Dan seperti halnya wine ( minuman anggur fermentasi ), rasa, aroma, dan warna minyak zaitun yang disukai lebih ke selera / preferensi masing – masing pemakainya.

Perbedaan olive oil satu sama lain terletak pada tingkat keasaman yang dikandung dan apakah melalui proses penjernihan ( refined ) atau tidak. Refined oil memiliki aroma, rasa, dan warna yang lebih ringan / jernih.

Saat ini penghasil olive oil terbesar di dunia berturut – turut adalah Spanyol, Italy, Yunani, Perancis dan California. Rasa, warna, karakteristik, dan aromanya pun berbeda – beda antara tiap negara penghasil.

Jenis Olive Oil

Secara umum, olive oil terbagi dalam 5 jenis :

Extra Virgin Olive Oil

  • Merupakan grade tertinggi dari olive oil, dimana rasa dan aromanya adalah yang terbaik.
  • Level antioksidan sangat tinggi
  • Tidak diproses pada suhu / temperature tinggi
  • Diproses maksimal 24 jam setelah panen dengan teknik pressing dan metode pengemasan yang sangat ketat.
  • Tidak diproses menggunakan bahan kimia
  • Aroma buah zaitun sangat kuat
  • Tidak melalui proses refined ( penjernihan )
  • Tingkat keasaman dibawah 0.8%

Virgin Olive Oil

  • Diproses sama dengan extra virgin oil
  • Tidak diproses pada suhu / temperature tinggi
  • Level antioksidan sangat tinggi
  • Tidak diproses menggunakan bahan kimia
  • Aroma buah zaitun kurang kuat
  • Tidak melalui proses refined ( penjernihan )
  • Tingkat keasaman dibawah 1.5%

Pure Olive Oil / Olive Oil / Regular Olive Oil

  • Terkadang ditambahkan virgin olive oil agar aromanya lebih tajam
  • Level antioksidan kurang
  • Melalui proses refined ( penjernihan )
  • Bahan kimia dan pemanasan diperlukan dalam proses ekstraknya
  • Aroma, warna, dan rasa lebih ringan / jernih
  • Tingkat keasaman dibawah 3.3%
  • Cocok untuk dipakai memasak tetapi tidak cocok untuk dressing atau olahan makanan tanpa dimasak

Light Olive Oil / Olive Pomace Oil

  • Merupakan sisa produksi dari extra virgin ( kulit buah, serpihan, dll ) yang kemudian dipanaskan untuk diekstrak minyaknya
  • Bahan kimia dan pemanasan diperlukan dalam proses ekstraknya
  • Rasa cenderung hambar dan antioksidan sangat rendah
  • Tingkat keasaman dibawah 3.3%
  • Bisa dipakai untuk memasak tetapi aroma hambar

Lampante Olive Oil

  • Tidak bisa dikonsumsi manusia
  • Merupakan sisa produk hasil dari cacat produksi atau buah yang rusak
  • Tingkat keasaman diatas 4%
  • Beraroma tidak enak
  • Biasanya dipakai untuk minyak lampu / penerangan

Manfaat Kesehatan

Selain untuk memasak, minyak zaitun dikenal memiliki antioksidan yang sangat tinggi dan beragam manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara teratur.

Banyak studi dan riset yang menunjukkan manfaat buah dan minyak zaitun bagi kesehatan. Sebuah artikel yang diterbitkan oleh International Journal of Molecular Science pada tahun 2018 menunjukkan bahwa ekstrak daun zaitun bisa menurunkan tekanan darah dan melancarkan aliran darah. Polyphenols yang tinggi dalam minyak zaitun terbukti menangkal radikal bebas, sebagai anti kanker, dan menyehatkan jantung. Riset dan studi lain mengenai manfaat minyak zaitun juga bisa dibaca disini.

Berikut sederet manfaat minyak zaitun bagi kesehatan :

  • Menyehatkan jantung
  • Menstabilkan tekanan darah, mencegah terjadinya stroke
  • Menangkal radikal bebas, menurunkan resiko kanker
  • Mencegah kanker payudara
  • Anti bakteri
  • Meningkatkan kesehatan kulit dan meringankan sakit akibat eczema dan psoriasis
  • Meningkatkan fungsi otak, mencegah demensia dan alzheimer
  • Mencegah terjadinya konstipasi / sembelit
  • Membantu mencegah diabetes
  • Memperlambat proses penuaan
  • Meningkatkan metabolisme tubuh
  • Memperkuat tulang dan sendi

Apa yang Perlu Diperhatikan ?

Minyak zaitun aman dipakai untuk memasak tetapi tidak untuk memasak yang membutuhkan waktu yang lama dan pada suhu ekstrim. Karena jika dipakai memasak lama dan pada temperatur diatas 191 derajat Celcius, akan terbentuk senyawa acrolein yang justru negatif bagi tubuh. Acrolein yang berlebih dalam tubuh akan mengakibatkan radang dan iritasi pada mulut, kulit, dan diare.

Setiap 1 sendok makan ( 13.5 gram ) minyak zaitun mengandung 119 kalori, yang berarti bila dikonsumsi berlebih mungkin akan berpengaruh pada diet yang sedang dijalani.

Belum ditemukan reaksi alergi akibat konsumsi minyak zaitun. Akan tetapi mungkin pada sebagian orang bisa terjadi.

Kesimpulan

Minyak zaitun baik dan aman untuk digunakan sehari – hari dalam proses memasak karena mengandung beragam manfaat kesehatan. Bagi sebagian orang, minyak zaitun ( extra virgin oil ) juga dikonsumsi dengan cara diminum langsung karena dipercaya baik bagi tubuh.

Minyak zaitun terbukti mengandung antioksidan yang tinggi yang bisa mencegah berbagai masalah kesehatan. Akan tetapi harganya yang relatif mahal dan tidak tersedia di semua toko / retail menjadi pertimbangan tersendiri.

Jadi bila anda memutuskan untuk menggunakan minyak zaitun sehari – hari, pastikan memilih minyak zaitun yang memang sesuai selera dan kebutuhan anda.

blank

Jenis Beras Apa yang Terbaik ?

Author: Asta & You
blank

Masak Nasi dengan Rice Cooker dan Perawatannya

Author: Asta & You
Image by sajiansedap.grid.id

Resep Ayam Goreng Lengkuas, Favorit Keluarga

Author: Asta & You

Leave your thought