0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Memilih Minyak Goreng Yang Baik dan Sehat

blank
21 Oct

Minyak goreng sudah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan kita sehari – hari. Menggoreng, menumis, memasak, atau mengolah makanan hampir selalu menggunakan minyak. Dengan kata lain, minyak goreng memegang peranan yang sangat vital dalam kehidupan kita sehari – hari. Karena perannya vital, maka kita harus bisa memililih minyak goreng yang baik dan sehat untuk keluarga tercinta.

Jenis Minyak Goreng / Minyak Makan

Minyak goreng dikenal juga sebagai minyak makan, minyak masak, atau minyak yang digunakan untuk mengolah makanan. Ada sekitar 20 lebih jenis minyak makan, tetapi hanya sekitar 5 – 8 jenis yang umum dipakai.

Jenis minyak goreng antara lain terbuat dari : jagung, biji rami, buah kelapa, kacang almond, kacang kedelai, sawit, canola, kacang tanah, wijen, buah zaitun, dan lain – lain. Minyak yang umum dipakai adalah minyak sawit, zaitun, wijen, jagung, dan minyak canola.

Menggoreng dengan minyak banyak
Menggoreng dengan minyak

Setiap jenis minyak goreng / minyak makan memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing – masing. Oleh karena masyarakat Indonesia dikenal suka makanan yang digoreng, maka kita akan lebih fokus membahas minyak goreng yang umum dipakai.

Minyak Sawit ( Palm Oil )

Minyak sawit ( palm oil )

Kelapa sawit awalnya berasal dari benua Afrika yang kemudian menyebar hingga ke daratan Asia.

Minyak dari kelapa sawit paling banyak digunakan di rumah tangga, industri makanan seperti snack, mie instant, coklat, pizza, pakan ternak, di bidang kosmetik dan perlengkapan mandi, hingga ke sumber energi alternatif seperti biofuel.

Mengapa minyak sawit sangat digemari ? Selain memiliki banyak manfaat, minyak sawit mudah dijual karena lebih tahan lama. Harganya juga lebih murah, tidak berbau, jernih, dan cocok untuk segala keperluan memasak. Dipakai menggoreng dengan temperature tinggi pun warna dan kualitas minyak sawit tetap stabil. Sehingga makanan yang dihasilkan akan lebih crispy dan tampilannya lebih cantik kuning keemasan.

Titik asap ( smoke point ) minyak sawit adalah 232 derajat celcius. Kandungan lemaknya terdiri dari : 52% lemak jenuh, 38% lemak tak jenuh tunggal, dan 10% lemak tak jenuh ganda.

Minyak sawit juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk otak dan jantung. Meskipun beberapa studi di luar negeri menunjukkan hasil yang berbeda – beda mengenai pengaruh lemak dalam minyak sawit terhadap penurunan / peningkatan kolestrol dalam darah, minyak sawit hingga kini masih menjadi minyak goreng yang paling sering digunakan.

Minyak Zaitun ( Olive Oil )

blank
Minyak zaitun ( olive oil )

Olive oil atau minyak zaitun berasal dari pohon zaitun yang banyak terdapat di kawasan Mediteranea.

Banyak digunakan untuk memasak dan juga sebagai ‘dressing’ makanan, minyak zaitun sangat terkenal akan kandungan nutrisi dan vitaminnya.

Memiliki anti oksidan yang tinggi, minyak zaitun dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti diabetes type 2, membunuh sel kanker, anti penuaan, dan lain sebagainya.

Minyak zaitun memiliki titik asap 199 derajat celcius dengan kandungan lemak jenuh 14%, lemak tak jenuh tunggal 73%, dan 11% lemak tak jenuh ganda. Harganya juga lebih mahal daripada minyak sawit dan pemakaiannya kurang populer dibandingkan minyak sawit.

Baca Juga : Manfaat Minyak Zaitun ( Olive Oil )

Minyak Jagung ( Corn Oil )

Seperti minyak sawit, jagung membutuhkan proses yang panjang di pabrik untuk bisa diolah menjadi minyak jagung. Dan seperti manfaat minyak lainnya, selain untuk makanan, minyak jagung juga banyak digunakan di industri kosmetik, biofuel, medical, dan pakan ternak.

Minyak jagung ( corn oil )

Kandungan nutrisi pada minyak jagung baik untuk system kardiovaskular, anti peradangan, dan perawatan kulit. Minyak jagung memiliki titik asap di 232 derajat celcius seperti minyak sawit, dan memiliki kandungan 13% lemak jenuh, 25% lemak tak jenuh tunggal, dan 62% lemak tak jenuh ganda.

Ketiga jenis minyak inilah yang paling umum digunakan oleh orang Indonesia saat menggoreng atau mengolah makanan.

Jadi bagaimana memilih minyak goreng yang baik dan sehat ?

Selain wajib menggunakan peralatan masak yang bagus dan berkualitas, yang perlu diingat sebelumnya adalah kandungan lemak dalam minyak goreng tidak selalu membawa dampak negatif bagi kesehatan. Beberapa organ tubuh kita justru membutuhkan lemak sebagai sumber energi, salah satunya jantung. Selain itu ada omega 3 dan omega 6 yang terkandung dalam lemak yang hanya bisa diperoleh saat kita mengkonsumsi lemak.

Agar bisa memilih minyak goreng yang baik dan sehat, coba perhatikan komposisi lemaknya dan beberapa tips berikut ini :

  1. Baca pada kemasan minyak goreng untuk mengetahui komposisi lemak yang terkandung di dalamnya. Hindari minyak goreng dengan kandungan lemak jenuh ( saturated fat ) yang tinggi. Tubuh kita membutuhkan lebih banyak lemak tak jenuh untuk memelihara kesehatan jantung dan organ tubuh lainnya.
  2. Warna minyak goreng harus jernih dan cerah, tidak terdapat endapan di dasar kemasan.
  3. Tidak lengket dan berbusa.
  4. Perhatikan terbuat dari bahan / biji / buah apa agar anda tahu karakteristik minyaknya untuk memperoleh manfaat yang maksimal saat digunakan.
  5. Jangan terkecoh dengan harga / promo. Harga yang murah atau mahal tidak menjamin kualitas dan kesehatan dari minyak goreng yang anda beli.
  6. Belilah minyak goreng sesuai dengan kebutuhan dan pemakaian.

Tips Bermanfaat

Jangan menggunakan minyak goreng berulang – ulang. Usahakan menggantinya tiap kali selesai menggoreng. Ini agar kualitas minyak yang dipakai tetap baik sehingga kandungan nutrisi di dalamnya tidak rusak sehingga berbahaya bagi kesehatan. Studi menunjukkan penggunaan minyak goreng yang sama berkali – kali meningkatkan timbunan plak pada arteri jantung sehingga beresiko terjadinya penyumbatan pada jantung.

Ingatlah untuk selalu menggunakan peralatan masak yang kondisinya masih baik saat menggoreng. Jika ada yang tergores cukup dalam atau terkelupas, segeralah menggantinya dengan yang baru. Karena permukaan yang tergores / terkelupas bisa memudahkan material logamnya ikut larut ke dalam makanan. Saat ini sudah banyak tersedia peralatan masak dari berbagai jenis material sesuai kebutuhan anda. Mulai dari stainless steel, cast iron, alumunium, dan sebagainya. Pilih sesuai kebutuhan anda.

Jika saat dipanaskan minyak goreng berasap karena over heated ( panas berlebih ), buang dan ganti dengan yang baru. Itu menandakan minyak sudah mencapai titik asap ( smoke point ) dan komposisi lemak di dalamnya sudah menjadi rusak. Selain menimbulkan aroma tidak sedap / hangus di masakan, juga berpotensi merugikan kesehatan.

Demikian informasi mengenai cara memilih minyak goreng yang baik dan sehat, semoga bermanfaat.

“Bijaklah memilih minyak goreng yang baik dan sehat untuk keluarga tercinta”

Sumber referensi tambahan :

http://www.veganbaking.net/articles/tools/fat-and-oil-melt-point-temperatures

https://www.consumerreports.org/cooking-oil/choose-a-healthy-oil-for-cooking/

https://www.thespruceeats.com/smoking-points-of-fats-and-oils-1328753

http://palmoilis.mpob.gov.my/publications/POD/pod56-voon.pdf

blank

Perlengkapan dan Peralatan Dapur, apa bedanya ?

Author: Asta & You
blank

Jenis Jamur Masak dan Kandungan Nutrisinya

Author: Asta & You
blank

Resep Jamur Enoki Daging Sapi ala Jepang

Author: Asta & You

Leave your thought