0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Tips Memilih dan Memasak Ikan Salmon

Ikan salmon
09 Oct

Salah satu jenis ikan yang banyak digemari adalah ikan salmon. Selain rasanya enak dan tekstur dagingnya lembut, ikan salmon dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Di supermarket, biasanya sering dijumpai daging salmon yang sudah dikemas dalam wadah styrofoam dengan bungkus plastik vakum. Warnanya ada yang orange tua, agak muda, hingga cenderung pucat. Ada juga yang tekstur seratnya jelas terlihat, ada yang agak samar. Dan ada yang dalam bentuk frozen, maupun fresh.

Apakah ada perbedaannya ? Dan bagaimana cara memilih salmon yang baik dan segar ?

Wild Salmon vs Farmed Salmon

Kebanyakan salmon yang beredar di pasar saat ini berasal dari peternakan ( farmed salmon ), bukan dari alam ( wild salmon ). Hal ini akibat adanya pemanasan global, perubahan iklim, penangkapan liar, penyakit, perubahan / hilangnya habitat asli, sehingga menyebabkan populasi ikan salmon liar berkurang drastis dari tahun ke tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan salmon, maka kemudian banyak berdiri peternakan salmon. Mulai dari Alaska, Canada, Norwegia, Brasil, Chile, hingga ke Dubai.

Peternakan Salmon di Norwegia. Image by The Tyee

  • Salmon liar mendapatkan makanan dari plankton, ikan – ikan kecil, atau organisme dari sekelilingnya. Sedangkan di peternakan, salmon memperoleh makanan dari pakan yang tinggi protein dan lemak agar salmon bisa tumbuh besar dengan tujuan ekonomi.
  • Dari hasil riset yang diperoleh, salmon liar memiliki kadar mineral yang lebih banyak daripada salmon yang diternakkan. Sebaliknya, salmon yang diternakkan memiliki kandungan omega 3 dan 6 serta lemak dan kalori yang lebih tinggi daripada salmon liar.
  • Salmon yang diternakkan mengandung tingkat polutan yang lebih tinggi dari salmon liar. Polutan ini bisa berasal dari air maupun pakan yang diberikan. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan teknologi modern, kadar polutan bisa ditekan secara signifikan dari waktu ke waktu.
  • Karena populasi salmon dalam kolam peternakan cenderung padat, maka antibiotik kadang digunakan untuk mencegah penyakit pada ikan salmon. Di negara yang regulasi kesehatannya lemah, penggunaan antibiotik cenderung tidak terkontrol dengan baik. Oleh sebab itu penting mengetahui salmon yang dibeli berasal dari peternakan negara mana.
  • Pada dasarnya salmon liar dan salmon yang diternakkan sama baiknya. Jadi aman untuk dikonsumsi. Jika ada kadar polutan maupun antibiotik di dalamnya, biasanya masih dalam jumlah yang sangat kecil dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Untuk memperoleh salmon liar pun saat ini selain relatif susah didapat karena populasinya menurun drastis, harganya juga jauh lebih mahal daripada salmon yang diternakkan.

Tips Memilih Salmon

Saat akan membeli daging / fillet ikan salmon di supermarket, pastikan membeli sesuai ukuran maupun ketebalan yang diinginkan. Salmon yang tebal / besar membutuhkan waktu memasak yang lebih lama agar bisa matang dengan sempurna. Dan jika digrill atau digoreng, usahakan dari berbagai sisi karena jika hanya dari 1 – 2 sisi saja ( atas bawah ), biasanya ada sebagian yang belum matang sempurna.

Perhatikan juga lemak yang terdapat pada fillet salmon. Lemak yang ada biasanya akan lebih wangi saat dimasak.

Jika membeli fresh salmon ( bukan frozen ), coba tekan pelan dagingnya. Jika teksturnya masih kenyal, tekanan akan segera kembali. Ini menandakan ikan tersebut masih fresh / segar. Coba juga dicium aromanya apakah tercium aroma ikan segar atau tidak.

Warna pada daging ikan salmon sangat tergantung dari sumber makanannya. Jadi salmon yang berwarna orange tua, pink, maupun cenderung pucat, tidak menunjukkan tingkat kesegarannya. Selama masih tercium aroma ikan segar, dagingnya kenyal dan tidak berlendir / berair, salmon tersebut masih fresh.

Memasak Ikan Salmon

Ada banyak sekali cara / resep memasak ikan salmon, mulai dari dimakan mentah, dikukus, digoreng, dipanggang, ditumis, diasap, dan sebagainya. Berikut panduan umumnya yang mungkin bisa dicoba di rumah :

  • Untuk mengurangi bau amis ikan, biasanya salmon dilumuri dengan perasan air lemon / jeruk nipis, merica, dan sedikit garam sebelum dimasak. Diamkan beberapa saat.
  • Untuk mengurangi letupan air saat digoreng dengan minyak panas, gunakan tissue / kain bersih untuk menyerap air dari salmon. Bungkus dan tekan – tekan perlahan sebelum digoreng.
  • Biasanya membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit untuk memasak salmon ( tergantung ukuran dan ketebalannya ) pada suhu sekitar 75 derajat celcius.
  • Pada umumnya salmon dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang ( grilled ) pada sisi kulit luar terlebih dahulu, untuk memperoleh kulit salmon yang kering dan renyah. Setiap sisi sekitar 3 – 4 menit hingga coklat keemasan. Banyak orang menyukai rasa kulit salmon yang renyah.
  • Untuk memperoleh hasil yang lebih crispy / garing, sebelum digoreng salmon dilumuri dengan sedikit tepung maizena.

blank
Fried Salmon. Image by Serious Eats

  • Jangan gunakan api besar. Gunakan api sedang agar salmon bisa matang dengan sempurna. Api besar akan membuat salmon matang diluar tetapi relatif mentah di bagian dalamnya. Tekan bagian salmon yang melengkung dengan spatula agar bagian tersebut bisa matang.
  • Kadang salmon dimakan bersama dengan nasi, kentang goreng, atau mashed potato. Selain itu biasanya orang akan membuat saus pendamping saat memakan salmon. Bisa dari berbagai macam campuran seperti butter, olive oil, gula merah, madu, saus teriyaki, kecap, daun jeruk, dan sebagainya. Dimasak dengan sambal matah atau sambal dabu – dabu juga nikmat.

Selamat mencoba !

Asta Homeware
Better Life, Better Home

ikan salmon

Mengenal Ikan Salmon dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Author: Asta & You
blank

Perlukah Mencuci Daging Ayam Sebelum Dimasak ?

Author: Asta & You
blank

Jenis Beras Apa yang Terbaik ?

Author: Asta & You

Leave your thought