0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Perlukah Mencuci Daging Ayam Sebelum Dimasak ?

blank
23 Sep

Daging ayam sudah dikonsumsi sejak ratusan tahun yang lalu dan merupakan sumber makanan yang paling populer di dunia. Daging ayam yang berasal dari ayam ternak banyak diternakkan dan populasinya sangat besar. Oleh sebab itu, makanan berbahan daging ayam banyak dijumpai dengan berbagai resep olahan dari berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Setelah dipotong dan dibersihkan dari bulu – bulu yang melekat, daging ayam biasanya siap untuk diantar ke pedagang ayam dan selanjutnya disalurkan ke pasar atau pelanggan terdekat. Di supermarket biasanya daging ayam akan dikemas terlebih dahulu dalam wadah plastik tertutup dan kemudian dipajang di rak chiller supermarket.

Jika diperhatikan dengan teliti, biasanya masih terdapat darah, bulu, atau sedikit kotoran yang menempel pada daging ayam. Dan pada umumnya, sesampainya di rumah atau saat akan mengolah daging ayam, kita akan mencucinya terlebih dahulu. Inilah yang menimbulkan pro kontra. Ada yang mengatakan perlu untuk mencuci daging ayam sebelum diolah, ada yang mengatakan tidak perlu. Mana yang benar ?

Pro

Banyak orang terbiasa mencuci daging ayam sebelum diolah ataupun sesaat setelah membelinya dari pasar / supermarket. Sebagian orang mencucinya dengan air yang mengalir dari keran. Ada juga yang mencuci daging ayam dengan merendamnya dalam air ditambah cuka / lemon dengan tujuan untuk mengurangi bau amis dan bakteri pada daging ayam.

Alasannya sederhana, sisa darah, bulu, dan kotoran yang masih menempel pada daging ayam bisa bersih dan tidak mengotori kulkas atau makanan lainnya saat disimpan. Kesannya bersih dan tidak menjijikkan karena masih ada darah / kotoran yang menempel.

Kontra

Dikutip dari United Kingdom National Health Service ( NHS ), mencuci daging ayam lebih banyak dampak negatifnya dan berbahaya bagi kesehatan.

Image by Food Safety Training and Certification

Daging ayam mentah atau yang setengah matang mengandung bakteri berbahaya seperti salmonella, staphylococcus, campylobacter, dan listeria. Bakteri – bakteri ini bersifat patogen ( bisa menyebabkan penyakit ) dan mudah berkembang biak pada suhu antara 4 – 60 derajat celcius. Oleh sebab itu, daging ayam harus selalu diolah dan dimasak dengan matang minimal diatas suhu 75 derajat celcius agar bakteri tersebut bisa mati.

Bakteri patogen tidak berwarna, tidak mengubah tampilan makanan, dan tidak berasa. Oleh sebab itu, bahan makanan yang sudah mengandung bakteri patogen tidak tampak berbeda secara kasat mata.

Dengan mencuci daging ayam, dikhawatirkan bakteri – bakteri tersebut akan menyebar kemana – mana dalam radius 50 – 70 cm karena cipratan / tetesan air saat mencuci. Percikan air yang mengandung bakteri patogen bisa menempel pada wadah / baskom, peralatan dapur, talenan, panci, pakaian, atau makanan lain di sekitarnya.

Kesimpulan dan Resiko Kesehatan

Mencuci daging ayam sebelum diolah / dimasak ternyata justru memberikan dampak negatif dan resiko bagi kesehatan.

Cukup sedikit saja bakteri patogen bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan. Keracunan makanan seperti diare, muntah – muntah, sakit kepala, sakit pada sendi, demam, keram perut, hingga resiko keguguran pada ibu hamil, dan kematian, adalah resiko kesehatan yang bisa terjadi saat tubuh terinfeksi bakteri patogen.

Tips dan Saran

  • Simpanlah daging ayam dalam wadah tertutup rapat pada suhu beku atau dibawah 4 derajat celcius.
  • Simpanlah dalam kulkas pada bagian yang paling bawah, sehingga bila ada cairan yang menetes, tidak mencemari makanan lainnya.
  • Olah dan masak daging ayam hingga benar – benar matang seluruh bagiannya, minimal diatas 75 derajat celcius. Bakteri akan mati bila daging ayam dimasak dengan benar dan matang sempurna.
  • Setelah mengolah makanan, pastikan mencuci seluruh peralatan dapur tersebut dengan bersih. Lap hingga kering dan simpan.
  • Bila tercium bau tidak sedap / amis yang berlebih, jangan diolah / dimasak. Karena meskipun tampilan daging ayam tidak berubah, bisa saja sudah terkontaminasi bakteri cukup lama dan daging sudah mulai rusak.
  • Jika menyimpan daging ayam ( meskipun yang sudah matang ) pada suhu diatas 4 derajat celcius, bakteri akan mulai ada dan berkembang biak. Oleh sebab itu, jika memanaskan kembali makanan yang tersisa tetap harus minimal diatas 75 derajat celcius.

Jadi, sekarang kita sudah tahu bahwa meskipun mencuci daging ayam tampak lebih bersih, ternyata sebenarnya malah beresiko bagi kesehatan.

Asta Homeware, Better Life Better Home

Ikan salmon

Tips Memilih dan Memasak Ikan Salmon

Author: Asta & You
ikan salmon

Mengenal Ikan Salmon dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Author: Asta & You
blank

Jenis Beras Apa yang Terbaik ?

Author: Asta & You

Leave your thought