0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Tips Menyimpan Makanan Agar Lebih Awet

blank
13 Jul

Kita semua pasti pernah membuang makanan yang sudah rusak, basi, berjamur, berbau, atau karena kadaluarsa. Kadang rasanya sayang untuk dibuang dan terkesan boros. Apalagi di masa – masa sekarang, dimana kita semua harus lebih efisien. Ada beberapa cara / tips menyimpan makanan agar lebih awet dan bisa tetap fresh. Mari simak info berikut.

Bedakan Jenis Makanannya

Sebelumnya, bedakan terlebih dahulu jenis makanan yang hendak disimpan. Makanan basah, makanan kering, bumbu dapur, sayuran, daging mentah, buah – buahan, membutuhkan cara penyimpanan yang berbeda – beda.

Persiapan Awal

Agar makanan bisa tersimpan dengan baik, perlu diperhatikan hal – hal berikut :

  1. Perhatikan masa kadaluarsa / masa pakai makanan yang akan disimpan.
  2. Tekstur, rasa, warna, dan aromanya harus fresh sebelum disimpan
  3. Beli dan persiapkan tempat penyimpanan yang sesuai untuk tiap jenis makanan. Plastic wrap, food containers, kertas pembungkus, toples kaca, adalah beberapa alternatif media penyimpanannya.
  4. Sediakan beberapa model dan ukuran tempat penyimpanan ( kecil, sedang, besar, tinggi, lebar, dan lain – lain ).
  5. Tidak semua buah / sayuran yang dibeli harus langsung dicuci. Ini agar buah / sayuran tersebut tidak mudah berjamur dan lembab. Cucilah buah / sayuran saat akan digunakan atau akan dibekukan.
  6. Biasanya sayuran yang dibeli masih terdapat sisa akar. Potong dan bersihkan ( tanpa dicuci ) agar sayuran tidak mudah kering / layu.
  7. Jika menggunakan kulkas, pastikan suhu chiller minimal 4 derajat Celcius dan freezer pada suhu minimal – 18 derajat Celcius. Pada suhu ini bakteri tidak mudah berkembang biak.
  8. Jaga dan perhatikan kebersihan wadah penyimpanan termasuk kulkas / freezer. Lakukan pengontrolan secara rutin termasuk suhu / temperatur kulkas / freezer.

Tips dan Saran Penyimpanan

  • Simpanlah makanan kering menggunakan food container dengan standar food grade. Sebaiknya yang kedap udara agar kualitas makanan tetap terjaga. Sesuaikan juga ukuran containernya sesuai kebutuhan.
  • Makanan yang sifatnya seasonal ( musiman ) bisa disimpan dengan cara dibekukan.
  • Ada makanan yang sebaiknya tidak disimpan dalam kulkas / lemari es karena justru akan merusak nutrisi atau mempercepat proses pembusukannya. Misalnya seperti kentang, madu, tomat, biji kopi, bawang, dan lain – lain.
  • Roti mudah kering. Jadi bila masih akan dimakan dalam waktu cukup lama, sebaiknya disimpan di freezer.
  • Semangka, apel, dan kebanyakan buah – buahan paling enak dinikmati pada suhu ruangan. Jika tidak habis dimakan, masukkan dalam kotak tertutup dan simpan di kulkas. Bila akan dikonsumsi dalam jangka waktu lama, ambil / keluarkan isinya, masukkan dalam wadah tertutup / plastik makanan, bekukan.
  • Perhatikan tempat penyimpanan makanan yang membutuhkan kondisi kering, seperti bawang, kentang, bumbu – bumbu dapur, dan lain – lain. Jangan disimpan di tempat lembab / basah.
  • Tutup bagian pucuk ( kepala ) buah pisang agar memperlambat pisang matang / membusuk. Buah pisang mudah rusak bila terkena benturan. Tempatkan tersendiri.
  • Simpan sisa – sisa potongan wortel, bawang, sayuran, dalam satu wadah plastik rapat. Masukkan dalam freezer agar beku. Suatu saat bisa digunakan sebagai campuran kaldu.
  • Suatu saat anda mungkin membuat kaldu sup. Jika kebanyakan / berlebih, bungkus dalam plastik, ikat dengan erat dan bekukan. Bisa untuk digunakan di kemudian hari.
  • Sayuran sebaiknya dibungkus dengan kertas agar tidak mudah kering, sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
  • Hindarkan makanan dari sinar matahari langsung atau panas. Selain akan merusak tekstur dan nutrisinya, terutama buah – buahan menjadi akan lebih cepat matang.
  • Jangan lupa untuk memberi label / catatan pada kemasan / container. Tuliskan tanggal dibeli / dikemas agar anda mengetahui dengan jelas kapan dan sudah berapa lama makanan tersebut disimpan. Ini untuk mengetahui ‘kesegaran’ dari makanan yang anda simpan.

Menyimpan Daging Mentah

Daging berasal dari hewan yang mungkin mengandung bakteri. Oleh sebab itu cara menyimpan daging mentah harus lebih diperhatikan dengan baik.

  • Daging mentah / ayam yang baru dibeli tidak perlu dicuci terlebih dahulu. Karena jika dicuci, justru bakteri yang ada bisa menyebar kemana – mana akibat terkena cipratan air atau tetesan darahnya. Demikian juga jika daging akan dimarinasi, digoreng, atau diolah, bisa langsung digunakan saat itu juga tanpa perlu mencucinya terlebih dahulu. Bakteri dalam daging akan mati dengan sendirinya bila dimasak dengan benar pada suhu diatas 65 derajat Celcius.
  • Jika hendak dimasukkan ke dalam freezer, daging mentah cukup disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tanpa perlu dicuci. Disimpan di bagian paling bawah freezer. Demikian juga jika akan dicairkan ( thawing ), simpan daging pada baskom / wadah yang tidak memungkinkan darah / cairan daging mengenai makanan lain di dalam kulkas.
  • Jangan menyimpan daging mentah / daging ayam bersamaan dengan makanan lain dalam satu wadah. Daging yang sudah matang juga jangan dicampur penyimpanannya dengan daging mentah.
  • Selama daging dalam kondisi beku ( selalu beku selama proses penyimpanan ), maka hingga kapanpun daging tersebut aman untuk dikonsumsi. Namun, kualitas, nutrisi, tekstur, dan rasanya akan terus berkurang seiring berjalannya waktu.

Menyimpan makanan dengan baik, selain mencegah makanan terbuang dengan percuma, tentu membuat kita menjadi lebih hemat dan efisien. Sebelum disimpan, pastikan makanan sudah dalam kondisi fresh dan tertutup dengan baik.

Asta Homeware
Better Life, Better Home

blank

Teknik dan Tips Menggoreng Yang Baik dan Benar

Author: Asta & You
blank

Makanan Kaleng Tidak Sehat, Mitos atau Fakta ?

Author: Asta & You
blank

Perlengkapan dan Peralatan Dapur, apa bedanya ?

Author: Asta & You

Leave your thought