Benarkah Makan Telur Setiap Hari Tidak Baik ?

30 Dec

Di seluruh dunia, telur mungkin menjadi bahan makanan yang wajib yang selalu ada di dapur resto, hotel, atau rumah tangga. Meskipun jenisnya bermacam – macam, telur ayam adalah yang paling umum dikonsumsi orang.

Saat ini, telur ayam bukan ‘sekedar’ telur. Namun sudah berkembang menjadi beberapa varian dengan nilai tambah, seperti telur ayam yang diperkaya dengan Omega 3, telur ayam kampung, organik, low cholestrol, dan sebagainya. Mengenai lebih baik atau tidak, belum ada pembuktian secara ilmiah.

Telur adalah salah satu sumber protein bagi tubuh. Dalam setiap butirnya terkandung banyak nutrisi penting yang menyehatkan. Akan tetapi, telur juga sering dianggap sebagai salah satu penyebab tingginya kolesterol yang berdampak buruk pada kesehatan.

Benarkah demikian ? Dan apakah makan telur setiap hari tidak baik bagi tubuh ?

Dalam artikel ini akan dibahas lebih jauh mengenai konsumsi telur dan berapa banyak yang dianjurkan.

Kolesterol Telur Ayam

Tubuh kita membutuhkan kolesterol. Peranannya sangat vital dalam membentuk struktur sel, memproduksi hormon – hormon penting seperti estrogen, testosteron, progesteron, membantu memproduksi vitamin D, asam empedu, dan sebagainya.

Selain dari makanan yang dikonsumsi, kolesterol juga bisa diproduksi oleh hati ( liver ). Pada dasarnya, kolesterol yang diproduksi oleh liver sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehari – hari. Dan dengan mengkonsumsi makanan tinggi kolesterol seperti daging, makanan olahan, dan telur, tentu akan berpengaruh pada tingkat kolesterol dalam tubuh.

Kolesterol secara umum terbagi menjadi 2, LDL dan HDL. LDL dianggap sebagai kolesterol ‘jahat’ dan HDL sebagai kolesterol ‘baik’. Tingginya kadar LDL ini lah yang sering menjadi penyebab berbagai penyakit seperti obesitas, darah tinggi, jantung, dan diabetes.

Dalam satu butir telur ayam terdapat sekitar 186 mg kolesterol, atau sama dengan 62% dari total kebutuhan kolesterol harian tubuh. Jika ditambah dengan makanan lain yang dikonsumsi plus yang diproduksi oleh hati, maka kebutuhan kolesterol yang dibutuhkan tubuh sudah cukup. Jadi mungkin, seyogyanya makan satu butir telur sehari sudah sesuai.

Apakah benar demikian ?

Studi dan Riset

Konsumsi telur yang umum direkomendasikan adalah 2 – 6 kuning telur setiap minggunya. Akan tetapi, dasar ilmiah dari batasan ini tidak kuat. Dari beberapa studi dan riset yang dilakukan di berbagai negara, diperoleh data / informasi sebagai berikut :

  • Suatu studi pada 2 kelompok terpisah A dan B, menunjukkan bahwa kelompok A yang mengkonsumsi 1 – 3 butir telur setiap harinya dan kelompok B yang mengkonsumsi makanan pengganti telur, sama – sama meningkat HDL nya. Ada sedikit peningkatan LDL tetapi dalam tahap wajar / normal. Jadi, konsumsi telur secara rutin tidak serta merta menaikkan kadar LDL dalam darah.
  • Konsumsi telur dan hubungannya dengan kesehatan, cenderung bersifat individual. Artinya, efek mengkonsumsi telur bisa berbeda – beda pada tiap orang. Ada contoh kasus tunggal, dimana seorang pria berusia 88 tahun yang makan 25 butir telur sehari, kondisinya tetap sehat dan kadar kolesterolnya juga normal.

  • Dalam riset yang dipublikasikan oleh British Journal of Nutrition, pada periode 1991 – 2009 yang melibatkan sekitar 8.545 orang dewasa usia 18 tahun ke atas di China, konsumsi telur tinggi meningkatkan resiko diabetes. Meskipun demikian, hal ini masih menimbulkan polemik dan diskusi lebih lanjut karena faktor – faktor pencetus lainnya masih cukup banyak.
  • Beberapa studi dan riset lain ( PLOS 2021, Journal of European Nutrition 2020, AMA 2020, dan sebagainya ) juga menunjukkan pro kontra informasi terkait konsumsi telur dan hubungannya dengan penyakit jantung, diabetes, stroke, dan lain – lain.

Baca juga : MSG Tidak Baik Bagi Tubuh, Betulkah Demikian ?

Kesimpulan

Studi, riset, atau kasus mengenai konsumsi telur dan korelasinya dengan penyakit kardiovaskular masih menimbulkan perdebatan hingga sekarang. Banyak faktor yang bisa diperdebatkan seperti gaya hidup, tingkat stress, riwayat penyakit, genetika, penyakit bawaan, periode, parameter riset, dan sebagainya.

Meskipun sudah terbukti memiliki nutirisi penting dan kaya gizi, jumlah telur yang dikonsumsi setiap harinya sebaiknya jangan berlebihan. Telur sangat aman, baik, dan sekaligus murah untuk dimakan setiap harinya. Saran dan rekomendasi dari beberapa studi adalah 1 – 3 butir per hari. Tetapi, untuk orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, jantung, alergi, atau kondisi khusus lainnya, masih memerlukan riset dan studi lebih jauh untuk mempelajari dampak jangka panjangnya. Mungkin juga perlu dikonsultasikan dengan dokter ahli yang menanganinya.

Yang perlu diperhatikan juga adalah cara memasaknya bagaimana, menggunakan minyak, direbus, dikukus, dan lain – lain. Makanan lain yang mendampinginya apakah tinggi lemak dan kolesterol, bergizi, atau tergolong junk food. Hal ini semua tentu juga berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Jadi, mengingat manfaatnya bagi tubuh, konsumsi telur setiap hari secara wajar tentu baik bagi kesehatan. Ada istilah, an egg a day keeps the doctor away, betul ?

Asta Homeware, Better Life Better Home

Ceramic Coating Pan

Panci Ceramic Coating, Benarkah Bagus ?

Author: Asta & You
panci cast iron

Mengenal Panci Cast Iron, Panci Favorit Para Chef

Author: Asta & You

Ada Berapa Jenis Sendok di Dunia ?

Author: Asta & You

Leave your thought