0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Vegan ? atau Vegetarian ? Pilihan Anda ?

blank
01 May

Kita semua pasti pernah mendengar istilah ‘vegan’ atau ‘vegetarian’. Meskipun hampir mirip, vegan dan vegetarian memiliki pengertian dan filosofi yang berbeda.

Menjadi vegan atau vegetarian dipercaya bisa memberikan banyak manfaat kesehatan seperti menurunkan tingkat kolestrol dan menjaga tekanan darah. Resiko diabetes, kanker, dan penyakit kronis lainnya juga lebih rendah.

Asal Usul

Dalam budaya India, paham vegetarian ( vegetarianisme ) sangat kental terasa sejak berabad – abad yang lalu. Ajaran Ahimsa untuk tidak membunuh / menyakiti hewan sangat erat kaitannya dengan vegetarianisme.

Bangsa yunani kuno, jepang kuno, dan guru besar terkenal macam Pythagoras juga telah mempraktekkan vegetarianisme saat itu. Vegetarianisme ditemukan bermula sejak abad ke 7 SM.

Istilah ‘vegan’ dikenalkan pertama kali pada tahun 1944 oleh Donald Watson, seorang aktivis binatang dan seorang vegetarian. Donald Watson juga mendirikan Vegan Society, kelompok vegan, yang menentang eksploitasi atas binatang sebagai alternatif sumber makanan, pakaian, atau untuk kepentingan lainnya.

Kelompok ini kemudian berkembang terus hingga sekarang dan memiliki banyak pengikut. Filosofi dan pemahamannya pun turut berkembang hingga ke berbagai negara.

Pengertian

Menjadi seorang veggie ( istilah untuk seorang vegetarian ) berarti menghilangkan konsumsi daging, ayam, dan ikan dalam makanan anda sehari – hari. Vegetarian sendiri terdiri dari 3 type, lacto, lacto – ovo, dan ovo vegetarian.

Lacto vegetarian mengkonsumsi produk susu dan olahannya seperti keju, krim, mentega, dan lain – lain, tetapi tidak mengkonsumsi telur. Lacto – ovo mengkonsumsi baik susu maupun telur. Sedangkan ovo hanya mengkonsumsi telur saja dan tidak yang lain.

Image by https://alldatmatterz.com/

Vegan tidak mengkonsumsi daging dan seluruh produk olahannya, baik susu, krim, keju, mentega, maupun telur. Seorang vegan sangat ketat dalam kandungan makanan yang dikonsumsinya. Termasuk dalam kehidupannya sehari – hari yang terkait dengan eksploitasi terhadap binatang.

Madu, gelatin, pepsin, albumin, dan lain – lain termasuk hal yang dilarang dalam veganisme. Mereka percaya bahwa binatang seharusnya hidup bebas dan tidak dimanfaatkan oleh manusia dalam bentuk apapun baik makanan, pakaian, atau kepentingan lainnya.

Oleh karena itu, seorang vegan meyakini bahwa pemakaian produk / makanan yang berasal dari hewan akan berdampak buruk pada diri dan lingkungannya.

Nutrisi

Secara umum, seorang vegetarian ataupun vegan, memiliki struktur komposisi makanan yang hampir sama. Kaya serat, tinggi mineral dan kaya vitamin karena biasanya terdiri dari sayuran, buah, kacang – kacangan, dan biji – bijian.

Beberapa studi menunjukkan bahwa diet vegetarian maupun vegan harus didukung dengan bantuan suplemen atau makanan tambahan lainnya seperti cereal, minyak, teh, dan lain – lain. Hal ini agar kekurangan nutrisi penting lainnya seperti besi, kalsium, omega 3, yang mungkin kurang / tidak terdapat dalam sayuran dan buah, bisa tetap terpenuhi.

Salah satu nutrisi yang penting adalah vitamin B12 yang selama ini hanya terdapat dalam ikan, ayam, daging, dan produk susu beserta turunannya, dan tidak terdapat dalam buah maupun sayuran. Dimana jika terjadi kekurangan vitamin B12, akan menyebabkan gangguan saraf, anemia, dan memori jangka panjang.

Oleh sebab itu, diet vegetarian dan vegan meskipun cocok untuk segala usia, perlu direncanakan dan dijalankan dengan seimbang agar nutrisi yang dibutuhkan tubuh tetap terpenuhi.

Filosofi

Vegetarianisme dan veganisme meskipun berbeda tetapi memiliki prinsip yang sama, yaitu mencegah kekerasan / pembunuhan maupun eksploitasi terhadap hewan.

Mereka percaya bahwa hewan memiliki hak yang sama dengan manusia untuk hidup bebas. Hewan juga memiliki perasaan dan bahasanya sendiri yang mana membuat hewan tidak layak untuk dikonsumsi maupun dieksploitasi.

blank
Image by https://www.respectfood.com/

Sebagian vegetarian ataupun vegan beranggapan bahwa dengan berhenti mengkonsumsi hewan, maka akan membuat dunia lebih baik dan lebih sehat. Hal ini karena dengan adanya peternakan hewan akan meningkatkan gas CO2 ( carbon footprint ) di udara sehingga menimbulkan global warming.

Sebagian lainnya karena faktor kepercayaan / agama, meyakini bahwa dengan mengkonsumsi hewan akan membawa karma yang buruk. Reinkarnasi pada kehidupan selanjutnya pun akan terpengaruh.

Veganisme lebih strict atau keras dalam mensikapi hal ini. Sirkus, taman safari, pertunjukan hewan, dan lainnya jelas ditentang oleh veganisme. Percobaan medis pada hewan, produk perawatan tubuh, ataupun perlengkapan rumah tangga lainnya yang berbahan hewani, akan ditentang dan diboikot oleh veganisme.

Mana yang Terbaik ?

Bagaimanapun juga, menjadi seorang vegan atau vegetarian ataupun seorang omnivora memiliki keunggulan dan kekurangannya masing – masing.

Begitu banyak kasus penyakit jantung, obesitas, kanker, dan lain – lain yang terjadi akibat makan makanan berlemak dan tidak sehat secara berlebihan. Akan tetapi, kasus kesehatan lain seperti stroke, kerapuhan tulang, hormon yang tidak seimbang, gangguan saraf, anemia, juga menimpa seorang vegetarian / vegan.

Selama diet / pola makan yang dilakukan sesuai, seimbang, dan memenuhi kebutuhan nutrisi, tubuh pasti akan merespon dengan baik. Dan selama kita merasa nyaman dan percaya bahwa apa yang dilakukan itu baik dan benar, maka lingkungan pun akan merespon juga dengan baik.

Jadi kembali kepada pilihan dan prinsip moral kita masing – masing, mana yang akan dipilih. Seorang veggie ? vegan ? atau tidak keduanya.

blank

Perlengkapan dan Peralatan Dapur, apa bedanya ?

Author: Asta & You
blank

Jenis Jamur Masak dan Kandungan Nutrisinya

Author: Asta & You
blank

Resep Jamur Enoki Daging Sapi ala Jepang

Author: Asta & You

Leave your thought