0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

4 Jenis Coating pada Alat Masak dan Perbedaannya

08 May

Saat berbelanja alat masak, anda mungkin sering mendengar penjelasan dari SPG atau tenaga penjualan mengenai jenis coating yang dipakai. Ceramic coating, anti lengket, anti gores marble, teflon, dan lain – lain. Apakah itu dan apa saja perbedaannya ? Mari simak info berikut mengenai 4 jenis coating pada alat masak dan perbedaannya.

Jenis coating pada alat masak biasanya disesuaikan dengan jenis alat masak dan materialnya. Selain itu, faktor lain seperti biaya produksi, harga jual, regulasi suatu negara, preferensi konsumen, dan lain – lain juga ikut berpengaruh.

Regulasi

Untuk bisa memproduksi atau memasarkan peralatan masak di suatu negara, biasanya dibutuhkan ijin dari biro / departemen terkait seperti departemen perdagangan, perindustrian, maupun kesehatan.

Setiap negara memiliki regulasi dan peraturannya masing – masing, ada yang ketat dan ada yang relatif longgar. Hal ini biasanya terkait dengan undang – undang kesehatan dan perlindungan konsumen yang berlaku di negara tersebut.

Sebagai contoh, FDA di Amerika atau NSF International untuk pasar Eropa adalah contoh lembaga / badan berwenang yang mengatur regulasi dan standar suatu produk alat masak apakah layak untuk digunakan di negara tersebut. Ada regulasi dan sertifikasi yang mengatur, termasuk jenis coating dan kandungan material yang digunakan, aman atau tidak.

Negara – negara maju pada umumnya sangat ketat dalam hal ini. Suatu produk harus melalui prosedur testing berulang kali, QC, dan harus lolos uji sertifikasi agar dianggap layak dan bisa dipasarkan. Sebaliknya, negara yang kurang memperhatikan standar kesehatan dan perlindungan konsumen cenderung mengabaikan hal ini. Yang ada hanya sebatas regulasi, birokrasi, dan formalitas, yang mungkin penerapannya pun tidak konsisten.

Padahal, kandungan material dan coating yang digunakan pada peralatan masak sangat penting untuk diperhatikan. Jika produsen / pabrik tidak konsisten dan menyepelekan regulasinya, bisa jadi peralatan masak yang digunakan justru bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Asal – Usul

Jaman dahulu, alat masak yang digunakan belum menggunakan teknologi coating. Akibatnya, banyak masakan seperti telur, daging, ikan, dan lain – lain mudah lengket dan susah dibersihkan. Hal ini tentu saja merepotkan. Oleh sebab itu, orang mulai meneliti bagaimana agar makanan tidak mudah lengket dan mudah dibersihkan.

Dikutip dari salah satu literatur, teknologi coating ditemukan pada tahun 1941 sebagai zat kimia bernama PTFE ( polytetrafluoroethylene ). Kemudian dipatenkan pada tahun 1945 oleh perusahaan DuPont dari Perancis dengan nama Teflon, yang pada akhirnya menjadi populer hingga sekarang.

PTFE bisa memberikan efek anti lengket jika diaplikasikan pada suatu benda, termasuk ke peralatan masak seperti panci, wajan, spatula, dan lain – lain. Hasilnya, masakan tidak mudah lengket dan mudah dibersihkan. Sejak saat itulah, penggunaan PTFE berkembang pesat dan banyak digunakan pada berbagai peralatan masak. Karena sifatnya yang anti lengket, PTFE juga banyak digunakan pada industri tekstil, kecantikan, otomotif, baja, dan lain – lain.

Banyak yang salah kaprah dengan menyebut alat masak atau pancinya berbahan teflon atau menggunakan teflon. Padahal, teflon adalah brand / merek salah satu coating PTFE dari perusahaan DuPont. Banyak perusahaan lain juga bisa membuat PTFE coating ( anti lengket ) sejenis teflon. Karena PTFE memiliki beberapa bentuk, komposisi, dan teknik coating yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan.

Jadi, tidak semua non stick coating bermerek teflon. Dengan demikian, panci anti lengket di rumah anda, coatingnya belum tentu menggunakan merek teflon. Dan seiring perkembangan teknologi, cukup banyak coating anti lengket dengan berbagai jenis, komposisi, dan nama yang berbeda – beda.

Jenis Coating

Pengertian coating adalah proses melapisi material dengan suatu lapisan agar tidak lengket / mudah rusak. Oleh karena itu, banyak peralatan masak menggunakan coating agar makanan tidak mudah lengket, mudah dibersihkan, dan tahan lama. Selain itu, dengan coating, tampilannya menjadi lebih cantik dan otomatis lebih komersial.

1. PTFE Coating

Seperti yang dijelaskan diatas, PTFE coating adalah salah satu jenis coating yang paling lama dan umum digunakan, yang kemudian dipopulerkan oleh Teflon.

Namun seiring berjalannya waktu, ditemukan bahwa pada suhu diatas 300 derajat celcius, PTFE mengeluarkan gas beracun yang bersifat karsinogen ( pencetus kanker ) yang disebut PFOA. Hal ini menimbulkan pro kontra dan membuat sebagian orang beralih ke teknologi coating lainnya atau sebaliknya, kembali ke alat masak tradisional ( tanpa coating ).

Sebenarnya, selama memasak pada suhu rendah atau sedang, coating PTFE dipastikan tetap aman. Sejak tahun 2006, PFOA telah dilarang penggunaannya secara luas terutama pada peralatan masak.

2. Ceramic Coating

Karena adanya polemik mengenai PTFE coating, kemudian muncul teknologi ceramic coating yang diclaim bebas kimia dan aman bagi makanan, sekaligus ramah lingkungan.

Secara sederhana, ceramic yang bahan bakunya berasal dari tanah kemudian dipadatkan dan diproses menjadi gel / cairan. Lalu disemprotkan dengan tekanan tinggi diatas permukaan alat masak. Dan terakhir dipanaskan pada suhu tertentu hingga terbentuk lapisan coatingnya.

Ceramic coating sudah diuji dengan dipanaskan diatas suhu 450 derajat celcius, dan tidak mengeluarkan gas kimia berbahaya. Hanya sayang dari segi biaya, ceramic coating harganya lebih mahal daripada jenis coating lainnya. Itulah sebabnya tidak semua cookware menggunakan ceramic coating.

Karena berkembang pesat, teknologi ceramic coating pun mulai banyak jenis dan namanya seperti Pfluon coating, Ecolon coating, Nano, dan sebagainya. Semuanya berbahan dasar ceramic hanya dengan teknik dan komposisi coating yang berbeda.

3. Enamel Coating

Biasanya enamel coating digunakan bersama dengan alat masak berbahan cast iron. Sangat bagus digunakan untuk melapisi besi / baja agar tidak mudah karat. Berbahan dasar kaca sehingga transparan dan tidak berbau. Jaman dahulu produk enamel banyak digemari. Mulai dari mug, ceret, baki, baskom, piring, dan sebagainya. Sekarang ini pun sebagian orang masih menyukainya. Ada yang digunakan sehari – hari, maupun sebagai koleksi karena kesannya yang vintage / klasik.

Enamel coating aman digunakan untuk memasak meskipun pada suhu tinggi. Akan tetapi, karena faktor ekonomis, sebagian produsen memproduksi enamel coating dengan campuran timbal / cadmium yang berbahaya bagi kesehatan. Yang penting murah. Oleh sebab itu, jika membeli produk enamel, pastikan membeli dari perusahaan / pabrik yang terpercaya.

4. Seasoning Coating

Alat masak dengan material stainless steel, carbon steel, atau cast iron, yang belum dicoating biasanya disiasati dengan menggunakan teknik seasoning untuk melapisinya. Hal ini agar alat masak tersebut tidak mudah lengket dan untuk mencegah terjadinya karat.

Caranya dengan membersihkan panci / wajan terlebih dahulu dengan air dan sabun. Lap hingga kering, kemudian panaskan wajan pada temperature tinggi hingga panas. Beri sedikit minyak dan ratakan pada seluruh permukaan. Panaskan pada temperature tinggi hingga berasap dan warna wajan / alat masak berubah warna. Matikan api dan lap kering, tidak perlu dicuci. Kemudian disimpan untuk digunakan selanjutnya.

Dengan proses ini wajan / alat masak sudah melalui proses seasoning coating sehingga akan lebih awet dan tidak mudah lengket. Proses seasoning coating ini perlu dilakukan secara berkala, terutama bila efek anti lengketnya mulai hilang.

Seasoning Wok. Image by kennymcgovern.com

Tips dan Saran

Jika alat masak anda menggunakan coating anti lengket, ada beberapa saran dan tips dari kami yang mungkin bermanfaat :

  • Jangan gunakan alat masak anti lengket bila sudah dalam kondisi tergores kasar / dalam, terkelupas, atau cuil.
  • Tidak memasak dalam suhu yang ekstreme terutama bila menggunakan PTFE coating.
  • Gunakan spons halus dan sabun cuci piring saat membersihkannya. Jangan gunakan kawat besi atau benda tajam lainnya.
  • Usahakan menggunakan spatula kayu saat memasak agar tidak mudah tergores.
  • Pastikan membeli produk dari pabrik / perusahaan / merek yang memang memiliki kualitas dan reputasi yang bagus.
  • Ingat, teknologi coating terus berkembang sesuai kebutuhan. Biayanya pun mungkin akan menjadi semakin murah. Tetapi, tentu dalam batas harga yang masih wajar. Jika terlalu murah, tentunya anda perlu lebih cermat dalam membeli.
  • Pilihlah alat masak non stick yang bagus bukan karena harganya yang murah, tetapi dari keamanannya bagi kesehatan.
  • Pelajari dan kenali material, juga jenis coating alat masak yang digunakan agar tahu cara penggunaan dan perawatannya yang benar.

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda memilih produk / peralatan masak yang aman dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

MSG Tidak Baik Bagi Tubuh. Betulkah Demikian ?

Author: Asta & You

Apa Yang Dibutuhkan Waktu Piknik Saat Pandemi ?

Serupa Tapi Tak Sama, Junk Food vs Fast Food

Author: Asta & You

Leave your thought