0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Mengenal Sosis yang Ternyata Ada Ribuan Jenisnya

04 May

Mungkin anda seperti kami yang selama ini hanya mengenal sosis dari bentuknya, dari daging sapi, ayam, atau babi, atau dari mereknya saja. Tetapi ternyata sejarahnya sangat panjang dan menarik untuk diikuti. Ayo simak info berikut untuk mengenal sosis yang ternyata ada ribuan jenisnya !

Sejarah

Sejarah sosis berawal dari cara orang dahulu menyimpan sisa ( scrap ) hasil potongan hewan seperti cuilan / serpihan daging, jerohan, lemak, dan lain – lain. Scrap tersebut kemudian disimpan dalam usus hewan yang telah dicuci dan dibersihkan, lalu diikat. Itulah awal mula bentuk sosis yang ada hingga saat ini.

Setiap bangsa memiliki cara menyimpannya masing – masing. Ada yang direbus dahulu, diberi garam ( diasinkan ), diawetkan, dicampur dengan bumbu dapur lainnya, diasap, dikeringkan, dan sebagainya. Ada juga sebagian kecil yang dalam proses produksinya dicampur dengan darah hewan.

500 tahun sebelum Masehi, sosis sudah ada di china dengan sebutan lup cheong ( mandarin : la jang ). Kata sosis sendiri berasal dari bahasa Perancis Kuno saussiche yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi sausage. Beda negara beda pula penyebutannya.

Jenis Sosis

Dari Cara Pengolahannya

Sebagai salah satu makanan favorit di dunia, sosis diolah dengan banyak cara. Namun secara garis besarnya adalah dengan cara :

  • Fresh : berisikan daging segar yang harus dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan
  • Cooked : diolah dengan cara dimasak
  • Smoked and Cooked : daging diawetkan dahulu kemudian diasap setengah matang lalu dimasak
  • Dry : disebut juga summer sausage karena bisa disimpan pada suhu ruang / hangat tanpa mesin pendingin / kulkas. Berasal dari daging yang diawetkan dengan cara diangin – angin. Temperatur, waktu, dan kelembabannya dicontrol. Contohnya : Lebanon bologna, salami, kosher sausage.
  • Specialty meats : terbuat dari daging yang dihaluskan / dicincang kemudian dipanggang atau diasap. Dibentuk seperti potongan balok yang penyajiannya diiris tipis diatas salad atau pengisi roti.

Dari Bahan Bakunya

Bahan baku / ingredients yang terdapat dalam sosis pada umumnya adalah : daging sapi, garam, merica, bawang, dan bumbu dapur lainnya. Akan tetapi banyak juga yang menambahkan variasi lain seperti sayuran, kacang – kacangan, lemak, tepung roti, tepung terigu, bahkan keju. Selain itu juga terdapat vegetarian sausage yang bebas daging diperuntukkan untuk vegetarian / vegan.

blank
Vegetarian Sausage

Variasi daging yang digunakan selain daging sapi juga ada seperti daging ayam, babi, kalkun, kambing, domba, ikan, cumi, kepiting, atau campuran dari beberapa macam daging. Selain itu, tambahan lain seperti jerohan ( hati, ginjal, paru, otak, dan sebagainya ) termasuk kulit, umum ditambahkan ke dalam sosis. Itulah sebabnya ada begitu banyak rasa, aroma, dan tekstur sosis yang berbeda – beda di seluruh dunia.

Dari Casing / Pelapis nya

Sosis biasanya dilapisi dengan usus dari sapi, kambing, atau sapi yang sudah dibersihkan. Ini agar isinya tidak mudah pecah saat dimasak. Selain menggunakan usus hewan, casing / pelapisnya juga menggunakan collagen yang aman untuk dimakan. Fibrous adalah semacam serat kertas yang tidak bisa dimakan juga banyak digunakan sebagai salah satu alternatif casing sosis.

Beberapa produk low end menggunakan material plastik sebagai pelapis sosis karena lebih murah. Pastikan bungkus plastiknya sudah dilepas sebelum memasak / memakannya.

Dari Nama dan Negaranya

Di Italia ada Bologna sausage, di Jerman ada Bierwurst, Knipp, Pinkel, dan sebagainya. Di Chile disebut Chorizo, di Perancis ada Lyon sausage, Boudin, Diot, dan di Korea ada Sundae yang sangat populer. Masing – masing negara bisa memiliki lebih dari 1 hingga puluhan jenis sausage dengan berbagai rasa, warna, aroma, ingredients, dan tekstur.

blank
Sundae Blood Sausage – Image by Living + Nomads

Sosis yang terkenal dari negara mana ? Ada beberapa yang sangat populer di dunia, seperti Chorizo dari Amerika Latin, Bratwurst dan Currywurst dari Jerman, Salsiccia dari Italia, dan Kielbasa dari Polandia.

Akan tetapi, mengingat bahan baku dan teknik produksi yang sangat beragam, tentu rasa terenak dan terbaik dari sepotong sosis adalah yang sesuai dengan selera lokal masing – masing. Saat anda membelinya, pastikan casingnya adalah edible ( bisa dimakan ) dan masih terbungkus dengan baik. Jika tidak habis, masukkan ke dalam tempat / kotak penyimpanan, tutup dengan rapat dan simpan ke dalam freezer. Akan bertahan lebih lama. Perhatikan juga jenis sosis yang dibeli dan tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasannya.

JIka anda membeli sosis produksi rumahan ( bukan pabrik ), pastikan kebersihan dan kandungan di dalamnya sudah sesuai dengan yang diinformasikan. Tanyakan juga batas kadaluarsa, cara pengolahan dan penyimpanannya agar tidak keliru saat memasaknya.

Jadi, sudah tahu mau membeli sosis yang mana ?

blank

Amankah Menggoreng Menggunakan Minyak Jelantah ?

Author: Asta & You
blank

Panci Tebal vs Tipis, Seberapa Penting Sebenarnya ?

Author: Asta & You
blank

Belajar Table Manners, Ternyata Tidak Mudah

Author: Asta & You

Leave your thought