0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Jenis Beras Apa yang Terbaik ?

blank
25 Aug

Dahulu Indonesia dikenal sebagai negara agraris dan sudah mencapai swasembada pangan sejak tahun 1984. Pertanian sangat maju dan didukung dengan prasarana dan penyaluran kredit dari perbankan. Seiring berjalannya waktu dan peningkatan di sektor ekonomi, Indonesia bergerak menjadi negara maju dan sektor pertanian bukan lagi menjadi yang utama.

Meskipun terus menurun dari tahun ke tahun, konsumsi beras di Indonesia tergolong besar. Penduduk Indonesia 267 juta jiwa dengan konsumsi beras sekitar 92.9 kg per kapita per tahun. Angka ini tentu tinggi. Itulah sebabnya beras adalah salah satu komoditas penting di negara kita, yang harus dijaga ketersediaannya. Oleh karena itu, selain memacu produksi beras lokal, juga ditemukan banyak beras impor dari mancanegara yang beredar di Indonesia.

Lalu ada jenis beras apa saja yang ada di Indonesia ? Mana yang terbaik ? Dan bagaimana manfaatnya bagi kesehatan ?

Jenis / Varietas Beras

Sebagai makanan utama di Asia dan Afrika, dan juga tersebar di seluruh dunia, beras memiliki lebih dari 40 ribu varietas. Di tiap negara juga dikembangkan banyak varietas lokal. Seperti di Indonesia, dari jenis beras putih berkembang menjadi beberapa varietas lokal seperti IR64, IR36, Cisadane, Memberamo, Rojolele, dan lain – lain.

Perkembangan suatu varietas ditentukan oleh kondisi geografis / tanah, kandungan air, genetik, bentuk dan ukuran bulirnya, aroma, warna, nutrisi, dan teknik penanamannya. Sebagian varietas juga berasal dari varietas ‘liar’ yang tumbuh secara alami.

Pada umumnya orang membedakan beras dari warnanya, seperti : beras putih, merah, coklat, dan hitam.

Bentuk Buliran

Dari bentuk butirannya, beras terbagi menjadi : long – medium – short grain. Relatif mudah membedakannya.

Panjang butiran long grain adalah 4 – 5 kali dari lebar badannya. Mudah untuk dimasak dan tidak lengket. Beras lokal Indonesia kebanyakan dari jenis long grain seperti IR64, Rojolele, dan lain – lain. Dari negara luar seperti beras Jasmine ( Thailand ) dan basmati ( India ).

Medium grain ukurannya sedikit lebih pendek dari long grain. Orang awam sering salah dalam membedakan long dan medium grain. Bulirannya tidak mudah pecah dan sedikit lengket saat dimasak. Yang tergolong jenis medium grain adalah beras Pandan Wangi ( Indonesia ), Japonica ( Jepang dan Korea ), dan Bomba ( Spanyol ).

Japonica Rice

Arborio rice adalah contoh jenis short grain yang berasal dari Italia. Ukurannya 1 – 1.5 kali lebar badannya. Biasanya dipakai untuk membuat risotto, shusi, atau puding.

Dari Aromanya

Beras ada yang memiliki aroma dan ada yang tidak. Beras aromatic cenderung berbau seperti kacang dan dari jenis medium dan long grain. Contoh beras aromatic seperti Jasmine Rice dan Basmati Rice.

Kandungan Nutrisi Beras

Sebutir gabah ( biji tanaman padi ) terdiri dari sekam dan beras. Sekam adalah kulit luar yang membungkus buliran beras. Berat sekam sekitar 20% dari berat biji padi keseluruhan.

Komposisi beras didominasi zat pati sekitar 80%, lalu sisanya terdiri dari protein, vitamin, mineral, serat, dan air. Zat pati ( amilum ) terurai dan memberikan energi utama pada tubuh manusia.

Beras Putih ( White Rice )

Jenis ini paling banyak dikonsumsi oleh orang di seluruh dunia. Tampilannya yang cantik dan bersih serta rasanya yang enak, menjadikan beras putih adalah primadona.

Beras putih memiliki proses produksi yang paling panjang. Mulai dari penggilingan, pemisahan beras dengan kotoran, dedak, dan sekam, hingga ke proses pemolesan. Ini agar beras putih bisa lebih wangi, bersih, tampilannya cantik, dan lebih awet ( tidak mudah rusak ).

Proses Penggilingan Beras

Akan tetapi sayangnya, keseluruhan proses ini justru mengakibatkan banyak nutrisi beras yang bermanfaat ikut hilang atau berkurang.

Seperti yang disampaikan oleh Dr Ritika Samaddar, seorang ahli nutrisi dari India, selama proses penggilingan dan pemolesan, nutrisi beras putih banyak berkurang / rusak. 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, setengah dari mineral besi, phosporus, manganese, sejumlah serat dan asam lemak, ikut rusak / hilang bersamaan dalam proses tersebut.

Itulah sebabnya, beras ‘berwarna’ kemudian menjadi alternatif beras yang dianggap lebih memberikan manfaat nutrisi dan kesehatan yang lebih baik.

Beras Merah dan Coklat ( Red and Brown Rice )

Kandungan nutrisi beras merah dan beras coklat hampir sama. Dan sama – sama masih memiliki sebagian / seluruh kulit beras yang melekat saat dimakan. Protein, mineral, dan serat yang dibutuhkan relatif masih utuh sehingga memberikan manfaat nutrisi yang jauh lebih besar daripada beras putih.

Kandungan warnanya juga menunjukkan tingkat anti oksidan yang tinggi, mencegah diabetes, penyakit jantung, dan sebagai anti kanker. Beras merah malah memiliki 10 kali lebih banyak anti oksidan daripada beras coklat.

Dan karena kandungan seratnya yang tinggi, memakan beras merah / coklat walaupun sedikit sudah terasa kenyang. Itulah sebabnya, beras merah / coklat juga populer di kalangan praktisi diet karena bisa membantu menjaga / menurunkan berat badan.

Beras Hitam ( Black Rice )

Jenis beras hitam juga memiliki tingkat anti oksidan yang tinggi dan kaya akan serat. Protein, zat besi, dan vitamin E serta mineral penting lainnya banyak terdapat dalam beras hitam.

Suatu studi bahkan menemukan bahwa beras hitam kandungan anti oksidannya lebih tinggi dari buah blueberry dan mampu menekan pertumbuhan sel kanker payudara. Sebagian orang yang sedang menjalani terapi pengobatan memasukkan beras hitam dalam menu makanannya.

Saat dimasak, beras hitam bisa berubah menjadi warna keunguan yang menunjukkan tingginya kandungan anti oksidan.

Black Rice

Kesimpulan

Beras putih nutrisinya paling sedikit namun rasanya lebih enak dan wangi. Tampilannya juga lebih bersih dan cantik, sehingga menggugah selera makan. Selain itu beras putih lebih mudah diperoleh dan harganya pun lebih murah.

Sebaliknya, beras berwarna ( merah, coklat, hitam ) memiliki nutrisi yang tinggi namun secara tampilan dan rasa relatif kurang enak. Harganya juga lebih mahal dan lebih susah diperoleh.

Setiap jenis beras memiliki keunggulan dan kekurangannya masing – masing. Jadi, jika ingin memilih manfaat terbaik bagi kesehatan, jelas lebih baik mengkonsumsi beras berwarna. Apalagi bagi yang memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik, tentu rasa dan aroma adalah nomor dua.

Atau alternatif lain adalah menggabungkan atau mencampurkan nasi putih dengan nasi berwarna. Sehingga selain rasanya relatif masih enak, manfaat kesehatannya juga diperoleh. Mengapa tidak ? Bagaimana dengan anda ?

Asta Homeware
Better Life, Better Home

blank

Masak Nasi dengan Rice Cooker dan Perawatannya

Author: Asta & You
Image by sajiansedap.grid.id

Resep Ayam Goreng Lengkuas, Favorit Keluarga

Author: Asta & You
blank

Teknik dan Tips Menggoreng Yang Baik dan Benar

Author: Asta & You

Leave your thought