Bagaimana Mengetahui Keju yang Sudah Rusak ?

11 Feb

Banyak orang menyukai rasa dan aroma keju. Lagipula keju / cheese banyak digunakan di banyak masakan / makanan. Roti, pizza, burger, steak, mie, bahkan hingga bakso pun bisa dicampur dengan keju. Jenis keju pun bermacam – macam tergantung dari bahan dasar dan teknik produksinya. Ada jenis parmesan, mozzarella, cheddar, swiss, ricotta, gonda, stilton, dan sebagainya. Ada ribuan jenisnya.

Aroma, tekstur, rasa, kadaluarsa, dan kegunaan setiap jenis keju berbeda – beda. Ada yang rasanya mirip tetapi kegunaannya berbeda. Ada juga yang kegunaannya sama tapi aromanya berbeda.

Oleh karena itu, seringkali susah untuk mengetahui apakah keju tersebut kondisinya masih bagus atau sudah rusak. Jadi bagaimana mengetahui keju yang sudah rusak ? Yang tidak layak makan ?

Aroma

Cium aroma kejunya saat pertama kali membelinya. Ini akan membuat anda mengingat jika ada perubahan aroma pada keju tersebut nantinya. Dan karena terbuat dari susu, maka keju yang rusak akan berbau seperti susu busuk / basi.

Aroma keju sangat variatif dari yang lembut sampai yang tajam ( cenderung bau ). Semua itu tergantung selera. Ada yang menyukai aroma yang tajam, ada yang lembut, dan ada yang ingin sedikit tajam. Meskipun demikian, percayalah pada insting anda, jika dirasakan tidak layak dimakan lagi, jangan dimakan.

Baca Juga : Beli Minyak Wijen, Mana yang Terbaik ?

Tampilan Keju

Begitu pula jika tampilan keju berubah berjamur, berminyak, atau ada perubahan warna menjadi kehijauan atau kehitaman, sebaiknya jangan dikonsumsi lagi. Ini menandakan keju sudah rusak dan tidak layak untuk dimakan. Demikian juga, jika kemasannya kembung, rusak, atau berair, segera dibuang.

Sebagian orang menyarankan hanya memotong sebagian permukaan keju yang berjamur karena bagian bawahnya masih aman untuk dimakan. Ini berlaku untuk keju dengan tekstur padat saja. Itupun anda tetap perlu melihat seberapa banyak jamur sudah masuk ke bagian dalamnya. Jika anda ragu, sebaiknya dibuang saja.

Beberapa jenis blue cheese seperti Gorgonzola, Roquefort, dan Stilton, malah bisa tumbuh jamur di permukaannya. Dimana hal ini adalah proses normal keju tersebut menjadi ‘matang’. Jamur yang tumbuh di permukaan jenis blue cheese ini aman untuk dikonsumsi. Warnanya kebiruan kadang kehijauan. Itulah mengapa jenis ini disebut blue cheese.

Lalu bagaimana mengetahui blue cheese telah rusak ?

Jika tumbuh jamur atau adanya perubahan warna blue cheese menjadi merah muda, kehitaman / abu2, tekstur menjadi keras, atau berlendir, maka blue cheese telah rusak.

Blue Cheese – Image by Bon Appetit

Rasa

Hal terakhir yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah keju sudah rusak atau tidak adalah dengan mencicipinya. Potong sebagian kecil dan rasakan di mulut, jangan ditelan. Jika terasa sangat asam, tidak enak, atau tidak seperti rasa keju pada umumnya, itu tandanya keju tersebut telah rusak.

Saat membeli, perhatikan tekstur dan warnanya dengan baik. Pada umumnya keju berwarna putih, kuning, cream, atau orange. Jangan dibeli jika sudah mengeras atau ada perubahan warna. Perhatikan juga tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan atau tanyakan ke penjualnya.

Sebelum disimpan di kulkas, pastikan telah dibungkus dengan baik untuk menghindari tumbuhnya jamur atau terkontaminasi aroma makanan lain dalam kulkas.

Tidak ada pedoman mengenai berapa lama keju bisa disimpan. Hal ini karena tergantung jenis, cara, teknik produksi, dan cara penyimpanannya. Oleh karena itu, selalu perhatikan tanggal kadaluarsanya sebelum dikonsumsi.

Demikian beberapa tips untuk mengetahui keju masih layak atau tidak untuk dikonsumsi. Semoga bermanfaat.

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda menggunakan peralatan masak / dapur yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

Tutup Kaca Panci, Hal Kecil Tapi Penting. Mengapa ?

Author: Asta & You

Panci Serbaguna Tutup Kaca, Praktis dan Lengkap

Author: Asta & You

Panci Anti Lengket Yang Bagus Itu Seperti Apa ?

Author: Asta & You

Leave your thought