0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Mengenal Tepung Terigu, Kegunaan, dan Perbedaannya

Roti
28 Oct

Tepung selalu akrab dengan kehidupan kita. Roti, kue, biskuit, mie, pizza, ayam goreng, dan lain – lain kebanyakan menggunakan tepung. Oleh sebab itu, tepung sangat banyak digunakan dalam makanan kita sehari – hari.

Ternyata tepung ada banyak jenisnya. Ada tepung nabati seperti tepung terigu, tepung kanji, tapioka, kelapa, jagung, kacang, dan masih banyak lainnya. Ada juga tepung hewani yang terbuat dari tulang hewan seperti tepung tulang dan tepung ikan.

Tentu yang paling umum dan sering digunakan adalah tepung terigu. Sebenarnya apa itu tepung terigu ? Terbuat dari apa ? Dan apa kegunaannya ?

Apa itu Tepung ?

Dikutip dari wikipedia, tepung adalah bubuk yang diperoleh dengan menggiling biji – bijian mentah, umbi, kacang – kacangan, maupun tulang. Tepung banyak digunakan dalam proses pembuatan makanan.

Perbedaan utama dari setiap jenis tepung terletak pada kandungan proteinnya. Semakin tinggi proteinnya, semakin tinggi glutennya, tekstur yang dihasilkan juga lebih padat dan kenyal. Demikian pun sebaliknya, kandungan proteinnya rendah, glutennya juga rendah, tekstur yang dihasilkan juga lebih kering dan mudah hancur.

blank
Macaroons. Image by best-wallpaper.net

Sedangkan tepung ikan dan tepung tulang lebih banyak digunakan pada industri pakan sebagai salah satu campuran pada makanan ternak untuk ayam, burung, ikan, dan lain – lain. Hal ini karena tepung hewani tinggi kalori, kaya mineral, dan murah produksinya.

Tepung Terigu

Terbuat dari biji gandum dan sangat penting peranannya dalam berbagai jenis makanan. Sebut saja roti, mie, martabak, donat, pizza, pancake, biskuit, cake, dan lain – lain sangat membutuhkan peran tepung terigu. Selain itu tepung ini juga sering digunakan sebagai ‘balutan’ / coating makanan lain, misalnya untuk coating ayam goreng tepung, udang tempura, gorengan, dan sebagainya.

Tepung terigu sendiri ada beberapa jenis. Ada yang dibedakan dari warnanya, cara pengolahannya, kandungan proteinnya, dan jenis gandumnya.

Di Indonesia, tepung terigu dibedakan terutama dari kandungan proteinnya. Ada tepung protein tinggi, protein sedang, dan protein rendah. Sedangkan di luar negeri dibagi ke dalam beberapa varian seperti bleached flour, unbleached flour, cake flour, bread flour, all purpose flour, dan lain – lain.

Merek

Ada lebih dari 15 merek tepung terigu yang ada di Indonesia, baik produksi lokal maupun import. Semuanya memiliki karakteristik masing – masing seperti ukuran kemasan dan harga yang berbeda, warna yang berbeda, kualitas gandum, kandungan protein, organik / tidak, dan lain – lain. Saat membeli, sesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan anda.

Kandungan Gizi

Setiap 100 gram tepung terigu gandum utuh ( whole wheat grain ) mengandung 340 kalori. Didominasi oleh karbohidrat, protein, dan serat. Selebihnya adalah vitamin, air, dan mineral.

Kandungan vitamin dan mineral dalam terigu sangat kecil jumlahnya. Dan mengingat terigu sangat sering dikonsumsi, beberapa pabrikan akhirnya menambahkan vitamin dan mineral ( enriched ) dalam batasan tertentu ke dalamnya. Tujuannya agar nutrisi penting yang dibutuhkan tetap ada.

Tingginya kandungan karbohidrat, protein, dan serat dalam tepung terigu memberikan manfaat kesehatan tersendiri seperti mendukung system pencernaan, mencegah kanker usus, dan memberikan energi bagi tubuh.

Akan tetapi sebaliknya, protein gluten yang terkandung didalamnya juga bisa memicu reaksi intoleran / alergi bagi sebagian orang. Kandungan karbohidrat yang tinggi juga bisa memicu lonjakan gula darah bagi penderita diabetes.

Jenis tepung terigu putih ( bleached flour ) bahkan sebenarnya nyaris tanpa serat dan sudah melalui proses ‘bleaching’ atau pemutihan sehingga mengakibatkan banyak nutrisi penting yang hilang. Pengolahannya pun menggunakan proses kimia yang mungkin jika digunakan secara jangka panjang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Oleh sebab itu, tepung terigu merupakan salah satu makanan yang kontroversial. Sangat berguna tetapi di sisi lain mungkin bisa merugikan kesehatan terutama bagi orang yang memiliki alergi gluten atau penderita diabetes.

Kegunaan

Tepung protein tinggi ( 11 – 15% ) banyak digunakan untuk membuat roti dan mie. Tepung protein sedang ( 10 – 11% ) lebih cocok untuk membuat berbagai macam pastry, donat, dan kue bolu. Sedangkan tepung protein rendah ( 5 – 10% ) biasanya digunakan untuk membuat cake / kue, biscuit, macaroon, wafer, gorengan, atau camilan lain yang teksturnya lebih renyah atau lembut.

Kandungan protein rendah, biasanya daya serap airnya juga rendah sehingga makanan yang dihasilkan bisa lebih garing / crispy. Sebaliknya protein tinggi, daya serap airnya lebih tinggi. Sehingga lebih elastis dan cenderung basah.

Saat membeli, sesuaikan jenis makanan yang akan diolah dengan jenis tepung terigu yang akan dibeli. Pastikan kandungan proteinnya sudah sesuai. Sebelum atau setelah digunakan, perhatikan juga cara penyimpanannya agar bisa lebih awet dan tahan lama.

Cara Penyimpanan

Pastikan menyimpan tepung dalam wadah tertutup dan kering. Jauhkan dari sinar matahari agar tidak mudah berubah warna. Jika masih ada sisa, tidak perlu dipindahkan ke wadah khusus, cukup kemasannya diikat dengan rapat dan masukkan ke dalam toples / wadah tertutup. Jika akan dipindahkan ke container / wadah lain, pastikan wadah tersebut sudah dalam kondisi bersih, kering, dan tidak berbau.

Setelah kemasan dibuka, usia tepung bisa diperpanjang hingga 1 tahun bila ditutup dalam wadah kedap udara seperti toples, dan dimasukkan ke dalam kulkas.

blank
Tepung terigu dalam toples kaca. Image by The Spruce Eats

Jangan mencampur tepung terigu yang lama dengan yang baru, karena lama dan cara penyimpanan bisa mempengaruhi kualitasnya. Habiskan dulu yang lama.

Saat mengambil tepung terigu dari kemasannya, ambil dengan sendok yang baru dan kering. Pastikan juga jangan ada air yang menetes.

Demikian artikel singkat mengenai tepung terigu, semoga bermanfaat.

Asta Homeware
Better Life, Better Home

blank

Mengapa Tepung Terigu Berwarna Putih ?

Author: Asta & You
buah dan sayuran organik

Apakah Makanan Organik Memang Lebih Sehat ?

Author: Asta & You
Ikan salmon

Tips Memilih dan Memasak Ikan Salmon

Author: Asta & You

Leave your thought