Home » Makanan Pedas Menambah Nafsu Makan, Faktanya ?

Makanan Pedas Menambah Nafsu Makan, Faktanya ?

Makanan Pedas

Banyak orang menyukai makanan pedas ( spicy ). Dari yang sedikit pedas hingga yang pedasnya ekstrem. Oleh karena itu, tidak heran, sekarang ini banyak makanan dibuat dengan level pedas yang berbeda – beda.

Beberapa orang, ada yang kesehariannya tidak bisa lepas dari sambal atau sambel. Bagi mereka, makan tanpa sambal ibarat ikan tanpa air. Seperti ada yang kurang, jika makan tanpa sambal. Tanpa sambel, makanan terasa kurang nikmat dan nafsu makan pun berkurang.

Banyak yang percaya, makanan pedas bisa meningkatkan nafsu makan. Benarkah demikian ?

Baca Juga : Apa Itu Merica, Jenis Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Mengapa Banyak Orang Menyukai Rasa Pedas ?

Saking banyaknya orang yang menyukai rasa pedas, ada perlombaan makan cabai / cabe yang digelar setiap tahunnya dengan hadiah ribuan dollar.

Sakit perut, lidah yang kebas, panas di tenggorokan, bahkan sampai ada yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit, tidak lantas membuat perlombaan ini surut peserta. Buktinya, lomba ini selalu banyak peminatnya. Aneh, tapi nyata.

Beberapa ahli berpendapat, rasa pedas sebenarnya adalah suatu bentuk ‘siksaan fisik’. Tapi lucunya, seringkali diulang dan malah membuat ketagihan. Mengapa demikian ?

Lomba Makan Makanan Pedas
Lomba Makan Makanan Pedas di Manchester Inggris – Image by themanc.com

Diulas oleh livescience dan cookingenie, saat dikonsumsi, rasa pedas dari cabe yang mengandung capsaicin memicu alarm ‘sakit’ ke otak. Capsaicin adalah senyawa kimia yang terdapat dalam cabe.

Alarm ‘sakit’ ini memicu tubuh secara alami melepas hormon endorphin yang bersifat menenangkan. Tujuannya agar tubuh bisa segera memulihkan dirinya.

Rasa tenang dan relaks akibat dilepasnya hormon endorphin menimbulkan sensasi mirip rasa “high” saat kita selesai berolahraga. Rasa tenang inilah yang kemudian secara tidak sadar selalu dicari orang.

Itulah sebabnya, penggemar rasa pedas sering berkeinginan untuk mencari sensasi pedas dengan skala yang terus meningkat dan berulang.

Faktor Psikologis Dan Genetik

Dari hasil penelitian, ternyata ada faktor psikologi dan genetik yang juga berperan saat seseorang menafsirkan atau menyukai rasa pedas.

Ada keterkaitan antara perasaan superior, maskulinitas, rasa tertantang ( challenges ), dan karakter, yang erat hubungannya dengan kesukaan seseorang akan rasa pedas. Seseorang bisa merasa lebih hebat, lebih macho, lebih kuat, atau mencapai titik tertentu, saat berhasil menyantap makanan pedas.

Demikian juga, karena struktur anatomi lidah tiap orang berbeda, reseptor ( penerima rasa ) capsaicin di lidah juga berbeda – beda. Itulah sebabnya, ada perbedaan pendapat mengenai rasa pedas atas makanan yang sama. Ada yang merasa sambal merek A kurang pedas, ada yang merasa sambal merek A terlalu pedas.

Baca Juga : MSG Tidak Baik Bagi Tubuh. Betulkah Demikian ?

Makanan Pedas Menambah Nafsu Makan ?

Hingga saat ini, belum ada studi yang membuktikan bahwa makanan pedas bisa menambah nafsu makan. Meningkatnya porsi makan seseorang tidak hanya saat makan makanan pedas.

Ternyata, banyak faktor lain yang mempengaruhi naik turunnya nafsu makan seseorang. Kondisi tubuh yang lapar sehabis beraktivitas fisik, faktor kebiasaan makan dalam jumlah banyak, menu favorit, cuaca, metabolisme, penyakit, genetik, mood, rasa makanan yang enak, dan sebagainya.

Jadi, karena banyaknya faktor yang berperan, sulit dipastikan bahwa makan makanan pedas serta merta menambah nafsu makan seseorang.

Demikian artikel tentang rasa pedas ini, semoga menambah wawasan kita ya.

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda membeli atau menggunakan peralatan masak yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

Asta Homeware, Better Life Better Home

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop


    Your Name *


    Your Email *


    Subject


    Your Message