0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Jenis Kecap, Perbedaan, dan Kegunaannya

Kecap
22 Jan

Di artikel sebelumnya, sudah dibahas bagaimana mengetahui kecap yang berkualitas. Di tulisan kali ini kita akan mengenal jenis – jenis kecap, perbedaan, dan cara penggunaannya. Karena penggunaan jenis kecap yang pas akan menghasilkan tampilan dan cita rasa masakan yang berbeda.

Jenis Kecap Yang Umum Digunakan

Kecap yang sangat akrab dengan makanan kita sehari – hari adalah kecap asin dan kecap manis. Biasanya digunakan saat memasak atau sebagai saus atau bumbu pendamping makanan ( dipping sauce ). Warna kecap juga bermacam – macam, mulai dari coklat kekuningan hingga berwarna hitam pekat.

Ada 3 jenis kecap yang utama ( light soy sauce, sweet soy sauce, dan dark soy sauce ), sedangkan jenis yang lain adalah variasi atau pengembangan dari yang utama.

  • Kecap Asin ( Light Soy Sauce )

Rasanya asin dan umumnya dipakai dalam masakan, untuk marinate ( marinasi ), maupun dipping sauce

  • Kecap Manis ( Sweet Soy Sauce )

Lebih kental dari kecap asin, berwarna hitam pekat dan rasanya manis. Ini karena terdapat campuran gula dan sedikit gula jagung saat diproduksi. Kegunaannya sama dengan kecap asin, yaitu sebagai bumbu masakan dan dipping sauce.

  • Dark Soy Sauce

Lebih pekat daripada kecap asin dan rasanya sedikit asin. Gunanya untuk marinasi atau bumbu masak dan memberikan warna yang lebih gelap pada masakan.

blank
Dark Soy Sauce – Lee Kum Kee

  • Thick Soy Sauce

Lebih kental dan sedikit lebih manis dari dark soy sauce. Biasanya digunakan di restaurant atau dapur hotel. Gunanya untuk memberikan warna dan rasa yang lebih tajam pada masakan.

  • Kecap Inggris ( Worcestershire Sauce )

Ditemukan secara tidak sengaja oleh dua orang ahli kimia berkebangsaaan Inggris pada tahun 1835. Kisahnya bisa dibaca disini. Aromanya tajam karena berbahan dasar cuka dengan campuran bahan lainnya. Biasanya digunakan untuk marinasi daging dan campuran untuk salad.

  • Kecap Saos Tiram ( Oyster Sauce )

Terbuat dari tiram yang dimasak hingga mengental dan diberi campuran bahan lainnya, termasuk gula. Teksturnya kental dengan campuran rasa asin dan manis. Umum digunakan untuk menumis sayuran atau sebagai tambahan bumbu pada mie / nasi goreng.

  • Kecap Ikan ( Fish Sauce )

Kecap ikan berasal dari fermentasi ikan, udang, atau kerang. Rasanya asin dengan tekstur encer. Karena dari fermentasi hasil laut, aromanya khas. Banyak digunakan pada makanan seafood atau makanan asia lainnya seperti kari, pho, pad thay, dan lain – lain.

  • Kecap Jamur ( Mushroom Soy Sauce )

Fungsinya mirip dengan dark soy sauce atau thick soy sauce, yaitu untuk memberikan warna dan rasa yang lebih tajam kepada masakan terutama yang mengandung jamur.

Selain yang tersebut diatas, masih ada puluhan jenis kecap lain yang berasal dari berbagai negara dan produsen. Perbedaannya tidak terlalu signifikan dengan yang telah disebutkan diatas, karena dikembangkan untuk selera dan kebutuhan masing – masing. Contohnya :

  • Di Jepang ada kecap Koikuchi, Usukuchi, Tamari, Shiro, dan lain – lain.
  • Di Korea ada kecap Guk – ganjang dan Whe – ganjang
  • Untuk preferensi lain ada kecap Teriyaki, Vegan, Gluten Free, Less Sodium, Organic, dan sebagainya.

Tips :

Jika anda baru mencoba atau menggunakan kecap dari negara atau merek tertentu, sebaiknya cicipilah dulu sedikit di lidah dan rasakan sesaat pada bagian dalam mulut. Tekstur, aroma, dan rasanya bagaimana. Karena kecap dengan jenis yang sama bisa berbeda rasanya. Selain itu, dengan dicicip terlebih dahulu, anda bisa memperkirakan seberapa banyak pemakaian yang sesuai.

Dengan mengenali jenis kecap yang ada semoga bisa memberikan hasil masakan yang maksimal untuk keluarga tercinta.

blank

Amankah Menggoreng Menggunakan Minyak Jelantah ?

Author: Asta & You
blank

Panci Tebal vs Tipis, Seberapa Penting Sebenarnya ?

Author: Asta & You
blank

Belajar Table Manners, Ternyata Tidak Mudah

Author: Asta & You

Leave your thought