0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Belajar Table Manners, Ternyata Tidak Mudah

30 Jun

Orang Indonesia terkenal akan keramahan dan kesopanannya. Adat istiadat dan budaya leluhur pun sangat kental dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga etika saat makan menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Posisi duduk, orang yang lebih tua yang didahulukan, kebersihan, cara makan, alat makan, menjadi hal yang diperhatikan saat makan bersama. Di luar negeri, ini disebut dengan table manners atau etika makan.

Setiap negara memiliki etika makannya masing – masing. Misalnya di China, tidak elok bila berbicara sambil menunjuk dengan sumpit saat makan. Di Jepang, kurang sopan bila menaruh siku di atas meja saat makan. Beda lagi di Mesir, dimana mayoritas muslim, menyajikan minuman beralkohol saat makan tentu dilarang. Di Amerika, minuman beralkohol umum dikonsumsi saat makan. Jadi, beda negara bisa berbeda – beda table mannersnya.

Sejarah Table Manners

Dalam bukunya ‘The Art of Eating’, MFK Fisher, seorang penulis Amerika, menuliskan bahwa di Eropa pada abad ke 15 sudah ada tata cara makan yang diatur dengan baik. Etika makan tersebut tampak pada jamuan pernikahan Catherine De’ Medici dengan calon raja Perancis, Henry II di Perancis saat itu. Selain itu, beberapa surat dan naskah kuno juga menceritakan dengan jelas adanya pengaturan tentang tata cara makan di sekitar abad ke 15.

Tidak meludah saat makan, menyeka tangan pada kain lap, peralatan makan dibagikan, sup diminum langsung dari mangkuk, menggunakan pisau dan garpu saat makan, dan mencuci tangan sebelum makan adalah sebagian ‘aturan’ yang tertulis dalam beberapa naskah kuno.

Table manners kemudian berkembang terus dan sering dianggap sebagai salah satu simbol peradaban suatu bangsa. Menggunakan peralatan makan yang berkualitas, peralatan makan yang bersifat pribadi / individual, hingga adanya pakaian khusus ( dress code ) fine dining yang pantas juga diatur didalamnya. Saking pentingnya, ada kursus / mata pelajaran khusus yang mempelajari table manners.

Etika Peralatan Makan

Dalam table manners versi Amerika / Eropa, ada etika peralatan makan yang memiliki arti tersendiri. Misalnya :

  • Saat jamuan formal, buka dan letakkan napkin ( serbet makan ) di atas pangkuan. Setelah selesai makan, lipat dan letakkan napkin di atas meja di sebelah kiri anda.
  • Gunakan garpu untuk menusuk dan memasukkan makanan ke dalam mulut. Bagian garpu yang tajam senantiasa mengarah ke bawah.
  • Saat jamuan formal biasanya makanan disajikan satu persatu oleh pelayan resto / hotel. Agar tidak bingung, gunakan peralatan makan yang ada di atas meja di depan anda dimulai dari yang terluar mengarah ke dalam ( outside – in- rule ).

Peralatan Makan Fine Dining versi Eropa – Image by Hotel Servigroup

  • Setiap peralatan makan yang diatas meja ada posisinya masing – masing dan dipakai untuk menu yang berbeda – beda. Ada garpu untuk makanan utama, ada yang untuk hidangan penutup, dan sebagainya.
  • Saat meletakkan alat makan di piring juga memiliki makna tersendiri, seperti tampak pada gambar dibawah.

Image by Dreamstime
  • Biasanya menu makanan pada jamuan formal juga terbagi dalam beberapa bagian. Makanan pembuka ( appetizer ), makanan utama ( main course ), dan dessert ( makanan penutup ). Itulah sebabnya terdapat peralatan makan yang berbeda untuk masing – masing menunya.
  • Appetizer ada yang cold ( dingin ) seperti fruit / vegetable salad, cocktail, dan lain – lain. Atau yang hot ( panas ) misalnya sup, baked potato, chicken wings, dan sebagainya. Main courses bisa lebih dari satu jenis menu. Dessert juga ada yang hot misalnya cinnamon bread, chocolate lava cakes, dan lain – lain. Atau yang cold seperti ice cream, pudding, dan sebagainya.

Etika Saat Makan

Karena table manners setiap negara / bangsa berbeda – beda, berikut tips dan etika makan secara umum yang kami rangkum dari berbagai sumber.

  • Berpakaianlah yang sopan dan bersih. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan.
  • Ucapkan salam / selamat makan kepada teman, keluarga, atau tamu anda sebelum makan. Dan bila ingin berdoa, sebaiknya lakukan dalam hening agar tidak mengganggu orang yang mungkin beragama lain.
  • Saat mengambil makanan, gunakan peralatan makan yang telah disediakan untuk berbagi. Jangan gunakan sendok garpu pribadi untuk mengambil makanan berbagi. Ambillah secukupnya.
  • Duduk dengan tegak, matikan / silent HP dan gadget anda. Jadilah teman makan yang menyenangkan.
  • Jangan gunakan sendok garpu atau pisau makan untuk menunjuk.
  • Ngobrol dengan suara rendah dan saat mulut tidak penuh dengan makanan.
  • Saat mengunyah, usahakan mulut dalam keadaan tertutup.
  • Jika akan mengambil makanan yang agak jauh dari posisi anda, mintalah bantuan dari orang yang dekat dengan makanan tersebut. Jangan biarkan badan anda melewati sebagian atau seluruh meja untuk menjangkau makanan.
  • Sendok atau potong makanan dalam ukuran kecil – kecil agar makanan tidak mudah tumpah atau tercecer.
  • Saat makan sup, sisiplah dari pinggir sendok. Usahakan tidak menimbulkan bunyi / suara.
  • Jangan minum dalam kondisi mulut penuh.
  • Jika hendak batuk, bersendawa, atau bersin, tutup segera dengan napkin atau tissue. Lalu ucapkan maaf.
  • Jika akan meninggalkan meja makan, ucapkan permisi. Jangan meninggalkan meja makan begitu saja.

Di Indonesia, makan dengan menggunakan tangan adalah umum dan wajar. Jika menggunakan tangan, pastikan tangan sudah bersih dan sebaiknya gunakan tangan kanan. Jangan menjilat sisa makanan / bumbu dari jari – jari anda, karena akan terlihat kurang baik. Saat makan sup, tetap gunakan sendok yang tersedia.

Tips dan aturan table manners lebih detail bisa anda baca disini.

Kesimpulan

Seperti yang disebutkan diatas, ada banyak tata cara / etika makan yang berbeda – beda di seluruh dunia. Setiap negara memiliki table manners nya masing – masing. Belajar table manners memang ternyata tidak mudah. Bayangkan, untuk jamuan formal, ada sekitar 100 tips / aturan table manners yang harus dipelajari. Mulai dari aturan berpakaian, cara dan posisi duduk, etiket makan, berbicara, dan lain – lain.

Namun, meski terkesan kaku dan ribet, memiliki table manners yang baik merupakan suatu kebiasaan positif. Apalagi jika dimulai sejak kecil. Jika tertarik mempelajarinya lebih jauh, anda bisa membacanya disini.

Mengetahui dan memiliki table manners yang baik selain bentuk perhargaan kepada diri anda dan orang lain, juga bisa menunjang pekerjaan / bisnis anda. Terutama bila sering bepergian keluar negeri, menjamu tamu, atau meeting dengan relasi penting.

Tapi, tentu saja jika lagi sendirian atau bersama dengan keluarga tercinta, semua ini bisa agak diabaikan. Makan bebek goreng plus tempe penyet pakai tangan, keringat bercucuran sambil ngobrol seru, tentu kurang nyaman kalau pakai table manners, bukan ? 😁

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda menggunakan peralatan masak yang baik dan aman untuk keluarga tercinta”

MSG Tidak Baik Bagi Tubuh. Betulkah Demikian ?

Author: Asta & You

Apa Yang Dibutuhkan Waktu Piknik Saat Pandemi ?

Serupa Tapi Tak Sama, Junk Food vs Fast Food

Author: Asta & You

Leave your thought