0
Rp0.00
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Sering Minum Boba Tea, Sehat atau Tidak ? Ini Faktanya

02 Aug

Sejak beberapa tahun yang lalu minuman boba tea menjadi sangat populer. Penggemarnya pun masih terbilang banyak sampai sekarang. Beberapa orang khususnya remaja, bahkan sampai rela antri panjang hanya untuk mendapatkan minuman satu ini. Rasanya yang manis dengan berbagai varian rasa, membuat boba tea terkenal hingga ke banyak negara.

Cafe, resto, food station, atau outlet khusus banyak menyajikan bubble tea dalam menu minumannya. Dari outlet di mall hingga kaki lima. Kualitas boba, rasa, harga, tekstur, varian, kemasan, hingga brandingnya pun berbeda – beda. Itulah sebabnya, boba tea berkembang menjadi bisnis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tahun 2019 saja, pasar boba tea di seluruh dunia diperkirakan mencapai USD 2.4 milyar, dan terus meningkat. Bayangkan.

Sebenarnya Boba Itu Apa sih ?

blank
Cara membuat Boba

Boba terbuat dari tepung tapioka atau tepung singkong. Dibentuk bola – bola kecil kemudian direbus dengan gula merah sehingga berwarna hitam pekat. Teksturnya kenyal. Boba disebut juga bubble, pearls, atau mutiara.

Bola – bola kecil boba umumnya dijadikan campuran / topping dalam minuman atau makanan. Teh, kopi, susu, puding, air gula, syrup, jelly, jus buah, madu, yogurt, dan lain – lain sering dicampur bersamaan dengan boba. Dessert atau makanan penutup lainnya seperti es teler, es campur, juga sering menggunakan boba.

Saking terkenalnya, banyak orang membagikan resep / cara membuat boba di rumah. Pabrik hingga industri rumahan juga banyak yang memasarkannya dalam bentuk kemasan bulky.

Apakah Boba Tea Sehat atau Tidak ?

Dikutip dari Webmd, setiap 8 ons boba tea mengandung :

120 kalori
28 gram karbohidrat
28 gram gula
1.5 gram lemak
0 protein
0 serat

Sebagai informasi, ukuran standar 1 cup boba tea sekitar 16 ons ( 473 ml ). Jadi, jika boba tea tersebut ditambahkan puding, jelly, syrup, gula, susu, dan lain – lain, tentu kandungannya menjadi berbeda pula.

Kandungan boba tea tinggi kalori dan gula. Oleh sebab itu, jika sering dikonsumsi akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Beberapa diantaranya seperti :

blank
Boba tea galon
  • Dapat mengganggu sistem pencernaan

Bahan dasar utama boba adalah tepung tapioka yang mengandung zat bernama pati resisten. Jika bereaksi pada makanan lain, maka bisa membuat makanan yang ada di dalam perut menjadi sulit dicerna. Apalagi jika seseorang memiliki pola makan yang buruk seperti jarang makan sayur dan jarang minum air putih, maka cenderung akan mengalami gangguan pencernaan atau sembelit.

  • Bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas

Pada umumnya, manusia membutuhkan 2,000 – 2,500 kalori setiap harinya. Jumlah kalori dalam satu gelas bubble tea sekitar 400 – 700 kalori, tergantung campurannya. Jika minim aktivitas dan jarang berolah raga, plus minum boba tea, maka kalori yang menumpuk akan tersimpan sebagai lemak. Tentu saja ini cenderung menaikkan berat badan dan bila terus berlanjut akan menjadi obesitas.

  • Bisa menyebabkan diabetes dan masalah jantung

Asupan gula harian yang disarankan adalah sekitar 6 – 9 sendok teh atau 24 – 36 gram per hari. Sedangkan dalam 1 gelas standar boba tea terdapat kandungan sekitar 8 – 15 sendok teh gula. Padahal, gula bisa juga diperoleh dari sumber makanan lain yang kita makan. Seperti yang diketahui, konsumsi gula berlebih rawan menimbulkan penyakit serius seperti diabetes, jantung, ginjal, dan sebagainya.

Kesimpulan

Menikmati bubble tea favorit selama tidak berlebihan, tentu tidak masalah. Seperti yang disampaikan oleh nutrionist dari Universitas California, Kevin Laugero PhD, menyatakan bahwa orang yang mengalami stress atau moody bisa diobati dengan mengkonsumsi makanan / minuman manis. Tentu saja, selama tidak berlebihan dan tidak sering.

Agar lebih sehat, anda bisa mengurangi / menghilangkan kadar syrup atau madu dalam bubble tea. Menggunakan low fat milk, atau tidak mencampurkan terlalu banyak varian lain ( puding, jelly, jus buah ) ke dalamnya. Dan yang terpenting, jangan terlalu sering mengkonsumsinya dan tetap aktif bergerak. Cara lainnya juga bisa dengan membagi bubble tea anda dengan rekan lain / pasangan. Mudah bukan ?

Semoga bermanfaat.

blank

Bumbu Instan Vs Bumbu Alami, Pilih Yang Mana ?

blank

Amankah Menggoreng Menggunakan Minyak Jelantah ?

Author: Asta & You
blank

Panci Tebal vs Tipis, Seberapa Penting Sebenarnya ?

Author: Asta & You

Leave your thought