Home » Gorengan Enak, Caranya Bagaimana ?

Gorengan Enak, Caranya Bagaimana ?

Deep Frying

Banyak orang menggemari makanan yang digoreng atau gorengan. Ayam goreng, kentang goreng, ikan, udang, kripik, pisang goreng, dan makanan yang digoreng lainnya banyak yang menjadi makanan favorit.

Mengapa gorengan di gerobak, rumah makan, atau resto terasa berbeda dengan yang digoreng di rumah ? Atau mengapa ayam goreng di depot A terasa lebih renyah daripada di depot B ?

Agar gorengan enak ternyata butuh teknik menggoreng yang baik dan benar. Beda cara menggoreng, beda hasilnya, beda juga rasanya.

Mengapa Banyak Orang Menyukai Makanan yang Digoreng ?

Saat digoreng dalam minyak panas, bagian luar makanan akan melepas molekul air. Sedangkan bagian dalamnya menyerap minyak. Itulah sebabnya, pada bagian luar akan terasa sedikit lebih keras, lebih renyah, atau crispy, daripada bagian dalam gorengan. Sebaliknya, bagian dalamnya akan terasa lebih lembut daripada bagian luarnya. Ini membuat sensasi saat menggigit gorengan berbeda, renyah dan menimbulkan bunyi ‘kres’ atau ‘kriuk’ yang khas.

Selain itu, lemak yang terkandung dalam minyak, mudah mengikat rasa dan aroma. Sehingga saat digoreng, aroma kimianya menyebar ke udara dan tercium hingga kemana – mana. Makanya, aroma ikan yang sedang digoreng akan lebih jelas tercium daripada ikan yang sedang dikukus. Aroma inilah yang kemudian merangsang rasa lapar dan rasa ingin makan.

Crispy Snack

Selain itu, otak kita sangat ‘menikmati’ suara crispy yang ditimbulkan saat menggigit gorengan. Riset membuktikan, semakin lama suara ‘krezz’ atau ‘kriuk’ yang terdengar, semakin lahap mulut akan mengunyah. Ini juga menjelaskan, mengapa banyak orang menyukai makanan yang digoreng.

Baca Juga : Pentingnya Fungsi Label Pada Kemasan Makanan

Teknik Menggoreng Dan Tips Gorengan Enak

  • Pilihlah minyak goreng yang tepat. Meskipun olive oil bisa digunakan untuk menggoreng pada temperature tinggi, tetapi sebaiknya gunakan minyak goreng dari jagung atau kelapa sawit. Minyak goreng jenis ini akan memberikan warna kuning keemasan yang alami dan aroma yang lebih netral. Cara memilih minyak goreng yang baik bisa anda baca juga disini.
  • Sebisa mungkin gunakan minyak goreng yang baru, jangan yang bekas pakai. Jika akan menggunakan minyak bekas pakai, saring / filter terlebih dahulu agar sisa gorengan sebelumnya tidak menempel.
  • Perhatikan temperatur saat menggoreng yaitu sekitar 150 – 180 derajat celcius. Pada temperatur ini, hasil gorengan akan matang dengan sempurna. Kuning / coklat keemasan di bagian luar dan crispy, sedangkan di bagian dalam akan terasa lembut. Besar kecilnya api sangat menentukan hasil gorengan.
  • Jika perlu, anda bisa menggunakan termometer menggoreng ( termometer minyak goreng ) untuk memastikan temperatur menggoreng telah sesuai.
  • Jika timbul asap, segera matikan kompor. Itu tandanya temperatur masak sudah terlalu tinggi ( overheat ). Selain minyak yang digunakan akan rusak, makanan yang dimasak mudah gosong dan nutrisinya pun berkurang.
  • Saat makanan dimasukkan ke dalam minyak panas dan bergelembung ( bubbling ), itu tandanya temperaturnya sudah pas. Jangan masukkan gorengan jika minyak belum panas, karena makanan akan menyerap minyak. Gorengan akan cenderung basah dan berminyak.
  • Jika akan menggoreng dengan teknik deep fry, pastikan makanan terendam semua dalam minyak. Karena teknik deep fry membutuhkan temperatur tinggi, makanan akan matang lebih cepat. Pastikan anda mengontrol waktunya dengan baik.

Image by asianinspirations.com

  • Sebelum digoreng, potong – potong makanan yang akan digoreng dalam ukuran yang kurang lebih sama. Potongan yang lebih besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk matang. Dengan ukuran yang kurang lebih sama, makanan akan matang bersamaan.
  • Salah satu tips menggoreng yang benar adalah jangan memasukkan seluruh makanan langsung ke dalam penggorengan. Dan jangan biarkan penggorengan terisi penuh. Agar bisa matang merata, anda perlu memutar atau membolak balik gorengan dalam penggorengan. Pastikan ada cukup tempat dalam panci penggorengan untuk melakukannya.
  • Jangan tinggalkan makanan yang sedang digoreng agar tidak terjadi gosong / overheat. Gunakan juga penutup penggorengan jika makanan yang digoreng cenderung basah / berair, untuk menghindari terkena cipratan minyak panas. Penutup cipratan minyak ( oil splatter / oil splash cover ) bisa dilihat disini dan disini.
  • Untuk mengurangi minyak yang berlebih, anda bisa menggunakan tirisan minyak seperti Crisper. Terbuat dari material stainless steel food grade, efektif menyaring minyak dan lemak yang berlebih saat menggoreng. Gorengan akan lebih crispy, sekaligus lebih sehat.

Baca Juga : Mengenal Crisper Asta, Panggangan sekaligus Tirisan Minyak

Tips Lain Yang Bermanfaat

Margarin / butter bisa ditambahkan untuk menambah rasa dan tekstur yang lebih crispy. Jangan terlalu banyak karena akan terkesan berminyak dan tinggi kalori. Anda bisa juga menambahkan bumbu – bumbu lain seperti bawang putih, merica, garam, seledri, dan lain – lain sebagai campuran dalam margarin.

Pilihlah alat masak yang tepat. Anda bisa memilih fry pan untuk menggoreng dengan minyak sedang atau wok maupun casserole untuk teknik deep fry. Pastikan ukuran alat masak yang dipakai sudah sesuai dengan jumlah makanan yang akan digoreng.

Makanan yang digoreng, terutama deep fried selalu memberikan sensasi rasa, aroma, dan tekstur crispy yang membangkitkan selera. Bagaimanapun, makanlah dengan bijak, jangan berlebihan.

Pastikan tetap aktif bergerak dan berolah raga, agar tubuh tetap sehat dan gorengan tetap jalan. Setuju ?

“Kesehatan tidak ternilai harganya. Pastikan anda menggunakan peralatan masak yang baik dan berkualitas untuk keluarga tercinta”

Asta Homeware, Better Life Better Home

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop


    Your Name *


    Your Email *


    Subject


    Your Message